Minggu, 16 Agustus 2026

Selain Eksekutor Tunggal Pembunuhan Sadis di Mabar, Andi Lala Juga Lakukan Perampokan

Senin, 17 April 2017 21:30 WIB
Selain Eksekutor Tunggal Pembunuhan Sadis di Mabar, Andi Lala Juga Lakukan Perampokan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pembunuhan sadis Riyanto sekeluarga, warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada Minggu (09/04/2017) dinihari lalu, ternyata sudah direncanakan sejak dua hari sebelumnya, Jumat (07/04/2017). 
 
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memamerkan para tersangka dan barang bukti kepada wartawan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (17/04/2017) mengungkapkan, Sabtu (08/04/2017) malam, sekira jam 23.00 WIB, ketiga tersangka tiba di seputaran kediaman Riyanto. 
 
Karena mobil tak bisa masuk, akhirnya Andi Lala memarkirkan mobil Daihatsu Xenia warna hitam nopol BK 1011 HJ yang dirental dari Suhartini di depan gang rumah Riyanto. Selanjutnya, Andi Lala, Roni Anggara dan Andi Sahputra berjalan kaki ke kediaman Riyanto. Mereka kemudian disambut Riyanto di teras rumahnya. Lantas, Andi Lala mengajak Riyanto untuk memakai sabu bersama. Ajakan itu diiyakan Riyanto. "Selanjutnya, Andi Lala kembali ke mobil untuk mengambil sabu dan besi silinder yang disembunyikan di belakang punggungnya," jelas Rycko. 
 
Singkat cerita, Andi Lala dan Riyanto menikmati sabu tersebut. Sementara Roni dan Andi Sahputra hanya menunggu di teras rumah korban.Saat korban sedang asyik menikmati sabu, Andi Lala langsung mencabut besi silinder miliknya dan menghantamkannya ke kepala korban sebanyak tiga kali. Korban pun terkapar, darah segar mengucur dari kepalanya.
 
Seusai menghabisi Riyanto, Andi Lala meletakkan besi tersebut di kursi depan ruang TV rumah korban dan keluar menyuruh Roni Anggara dan Andi Sahputra untuk menunggu di mobil. Selanjutnya, Andi Lala kembali masuk ke rumah korban untuk menghabisi Riyani, istri Riyanto dengan tiga kali pukulan. Begitu juga dengan ketiga anak korban, Syifa Fadillah Hinaya, Gilang Laksono dan Kinara, masing-masing dengan dua kali pukulan besi silinder. Syifa dan Gilang langsung tewas, sementara Kinara selamat.
 
Sementara Marni, orangtua Riyani alias mertua Riyani terbangun dari tidurnya. Diapun hendak menyambangi Kinara. Namun, Andi Lala yang melihat Marni datang, langsung menghampirinya dan menghantamkan besi silinder yang masih dipegangnya ke kepala Marni. Nenek Kinara itupun langsung tewas di tempat.
 
"Untuk sementara ini, motifnya dendam, tapi merampok juga. Karena ada barang-barang korban yang diambil pelaku. Seperti handphone (HP), tablet, kereta dan STNK-nya serta uang Rp800 ribu yang diambil dari kantong celana korban, Riyanto. Setelah membunuh, tersangka Roni yang mengemudikan mobil bersama Andi Sahputra. Sedangkan Andi Lala yang membawa kereta korban. Kereta korban kemudian digadaikan ke tersangka Riki Prima Kusuma dengan harga Rp8 juta," pungkasnya. (BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat
Pelaku Pembunuhan Sadis yang Mayatnya Dibuang ke Sumur di Tanjung Selamat Terancam Hukuman Mati
Wanita Warga Menteng Medan Tewas Dirampok Kekasih, Jasadnya Dibuang ke Kebun Tebu Diski
Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati
LBH Medan Desak Pomdam I/BB Tetapkan Koptu HB Sebagai Tersangka
Koptu HB Tidak Hadir, Majelis Hakim Tunda Sidang Kasus Wartawan Rico Sempurna Pasaribu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker