Minggu, 16 Agustus 2026

Andi Lala, Pembunuh Sadis di Mabar Pernah Jadi Most Wanted Person di Sumut dan Indonesia

Senin, 17 April 2017 21:15 WIB
Andi Lala, Pembunuh Sadis di Mabar Pernah Jadi Most Wanted Person di Sumut dan Indonesia
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pembunuhan sadis Riyanto sekeluarga, warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli pada Minggu (09/04/2017) dinihari lalu, ternyata sudah direncanakan sejak dua hari sebelumnya, Jumat (07/04/2017). Pihak kepolisian bahkan menyebut jika Andi Lala merupakan Most Wanted Person yang paling dicari di Sumut dan Indonesia
 
"Ini pembunuhan satu keluarga dibunuh, dengan menggunakan kekerasan. Masih kita selidiki. Berdasarkan keterangan tersangka dilakukan dengan bendatumpul. Ada empat tersangka, Andi Lala selaku perencana. Pernah menjadi most wanted person yang paling dicari di Sumatera Utara (Sumut) dan Indonesia," ungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memamerkan para tersangka dan barang bukti kepada wartawan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (17/04/2017).
 
Rycko mnyebutkan, proses perencanaan sendiri dilakukan pelaku sejak Jumat (07/04/2017). Namun niat membunuh sudah mulai hari Kamis (06/04/2017). Selain perencana, Andi Lala juga melakukan pembunuhan sebagai eksekutor. "Harusnya yang empat tahun (Kinara) juga dibunuh, tapi karena ridho Allah, anak ini selamat," sebut Rycko.
 
Dua hari setelah pembunuhan, Selasa (11/04/2017), lanjut Rycko, dua tersangka yang membantu Andi Lala, Roni Anggara (21) dan Andi Sahputra (19) dibekuk. "Tersangka kedua Roni Anggara, eksekutor, ditangkap di tempat kerjanya di Indomaret Tanjungmorawa. Kemudian tersangka Andi Sahputra ditangkap di Asahan. Kemudian dari pengembangan, ditangkap pula Riki Prima Kusuma alias Kriting (23), selaku penadah kereta Honda Vario milik Riyanto di kediamannya di Jalan Melati II, Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai (Sergai), Sabtu (15/04/2017) malam, setelah penangkapan Andi Lala di Riau Sabtu (15/04/2017) dinihari," beber jenderal bintang dua ini.
 
Sebelum dieksekusi, sebut Rycko lagi, korban Riyanto diajak menikmati barang haram sabu di kediaman korban. Sabu-sabu tersebut sudah disiapkan terlebih dulu oleh pelaku Andi Lala. Dan sabu-sabu itu dibeli dari uang hasil menggadaikan kereta Honda Beat miliknya seharga Rp2 juta kepada kakak Ambri.  
 
"Karena tidak memiliki uang, hari Jumat (07/04/2017) itu, Andi Lala menggadaikan keretanya seharga Rp2 juta. Dari uang itulah Andi Lala membeli alat-alat yang akan digunakan untuk membunuh Riyanto, besi silinder dari tukang botot milik Usup di gudang merah Lubukpakam dan membeli sabu dari Ambri seharga Rp300 ribu yang untuk dibawa ke rumah korban. Jadi modusnya, pelaku memancing korban untuk sama-sama memakai sabu," jelasnya.
 
Setelah segala sesuatunya lengkap, Andi Lala kemudian merental mobil Daihatsu Xenia warna hitam nopol BK 1011 HJ milik Suhartini, tetangga pelaku, warga Jalan Mesjid, Desa Skip, Lubuk Pakam.Saat mau meluncur, Andi Lala sempat bingung karena tidak ada yang menemaninya ke rumah Riyanto. Diapun kemudian menghubungi tersangka lain, Roni Anggara dan Andi Sahputra dengan alasan jalan-jalan.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat
Pelaku Pembunuhan Sadis yang Mayatnya Dibuang ke Sumur di Tanjung Selamat Terancam Hukuman Mati
Wanita Warga Menteng Medan Tewas Dirampok Kekasih, Jasadnya Dibuang ke Kebun Tebu Diski
Tiga Terdakwa Pembunuhan Wartawan Dituntut Hukuman Mati
LBH Medan Desak Pomdam I/BB Tetapkan Koptu HB Sebagai Tersangka
Koptu HB Tidak Hadir, Majelis Hakim Tunda Sidang Kasus Wartawan Rico Sempurna Pasaribu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker