Selasa, 19 Mei 2026

Korban Banjir dan Longsor Limapuluh Kota Sumbar Bertambah Jadi 6 Orang

Senin, 06 Maret 2017 11:43 WIB
Korban Banjir dan Longsor Limapuluh Kota Sumbar Bertambah Jadi 6 Orang
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penanganan darurat bencana banjir dan longsor terus dilakukan selama masa tanggap darurat hingga 9 Maret 2017 mendatang di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat. 
 
Jumlah korban bertambah dengan adanya laporan dari lapangan. Hingga 5 Maret 2017 pukul 21.30 Wib, Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota melaporkan 2 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor.
 
Korban meninggal dunia:
1. Doni Fernandes (33 tahun) karena tertimbun longsor.
2. Teja (19 tahun) karena tertimbun longsor.
3. Yogi Saputra (23 tahun) karena tertimbun longsor.
4. Karudin (25 tahun) karena tertimbun longsor.
5. Muklis (45 tahun karena hanyut banjir.
6. Bayi (2 hari) karena terendam banjir.
 
Korban luka berat karena longsor adalah Syamsul Bahri (22 tahun) dan Candra (42 tahun).
 
Informasi dari Posko, bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan. Kronologinya setelah prosesi kelahiran di Puskesmas kemudian bayi dimasukkan ikubator pada Rabu (01/03/2017).  Saat masih dalam inkubator tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada 2/3/2017.  Saat kejadian listrik padam karena banyak tiang listrik roboh terkena longsor.  Banjir dan longsor terjadi pada 25 titik (13 titik longsor dan 12 titik banjir). Longsor tersebar pada 9 titik di Kecamatan  Pangkalan. 
 
Sedangkan banjir tersebar pada 7 kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kec. Pangkalan yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban dan sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.
 
"Hingga saat ini akses jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat – Riau putus dan belum dapat dilalui akibat longsor. Sebagian material longsor sudah dibersihkan dengan mengerahkan alat berat. Namun ada ruas jalan yang longsor dan ambles sehingga perlu perbaikan Kondisi listrik belum semuanya pulih," ujar  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.  
 
Disebutkannya, longsor menyebabkan beberapa instalasi milik PLN rusak. Akibatnya 117 gardu listrik terpaksa dipadamkan dan 14.657 pelanggan PLN tak teraliri listrik. Perbaikan jaringan listrik terkendala pada jalan yang rusak dan tertimbun longsor. PLN Wilayah Sumbar saat ini terus berupaya untuk memperbaiki jaringan listrik yang terputus itu.  BNPB terus mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. 
 
Kepala BNPB, Deputi Penanganan Darurat BNPB dan personil Tim Reaksi Cepat telah berada di lokasi bencana. Koordinasi dengan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota dan unsur lainnya dilakukan.
 
BNPB menyerahkan bantuan Rp 500 juta dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat kepada BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Bantuan terus dikirim ke lokasi bencana. Sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing membersihkan rumah karena banjir sudah surut.
"Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, mobil tanki air, makanan siap saji, permakanan, air bersih, peralatan rumah untuk membersihkan lumpur, obat-obatan," jelasnya.(BS01)
 

Tags
beritaTerkait
Arman Chandra Salurkan 500 Paket Makanan ke Korban Banjir Medan dan Langkat, Komitmen Bantu Pengungsi
Pj Sekda Kota Padangsidimpuan Berangkatkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tapsel
Jajaran Kodam XIV/Hsn di Wilayah Sulsel Berikan Bantuan kepada Korban Banjir
Plt Walikota Binjai Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di 2 Kelurahan
TNI Bersama Masyarakat Bantu Distribusi Sembako untuk Korban Banjir Kalimantan Selatan
Pj Gubernur Sumut Tinjau Korban Banjir Bandang di Humbahas, 11 Korban Masih dalam Pencarian
komentar
beritaTerbaru
hit tracker