Senin, 14 September 2026

Banjir dan Longsor di Sumbar Tewaskan Empat Warga, Jalur Menuju Riau Terputus

Jumat, 03 Maret 2017 20:50 WIB
Banjir dan Longsor di Sumbar Tewaskan Empat Warga, Jalur Menuju Riau Terputus
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (03/03/2017) malam tadi masih terus dilakukan. Berdasarkan keterangan dari BNPB, kronologis kejadian ini berawal dari hujan deras sejak Kamis (02/03/2017) kemarin. Hujan tersebut sampai saat ini hujan masih terus berlangsung. 
 
Akibat dari peristiwa tersebut, terdapat 12 titik banjir genangan di 7 Kecamatan   dengan titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya Sungai Maek. Tak hanya itu, jalan negara yang menghubungkan Sumbar-Riau terputus karena ada 9 titik lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pangkalan, termasuk akses menuju Kota. "Kecamatan Pangkalan yang terkena banjir juga terputus seluruhnya di Kabupaten Limapuluhkota terdapat 13 titik longsor," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
 
Sutopo menerangkan, kejadian tersebut telah menimbulkan korban jiwa."Ada 8 mobil tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam, Kecamatan Pangkalan (Jalan yang menghubungkan Sumbar-Riau).Sementara diketahui empat orang meninggal dunia," sebut Sutopo.
 
Sutopo menambahkan, saat ini tim gabungan BPBD Limapuluhkota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, Relawan berupaya membersihkan material longsor di Kecamatan Pangkalan yang terdampak banjir.
 
"BPBD Limapuluhkota juga telah menghubungi BPBD Kabupaten Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Kecamatan Pangkalan dengan berusaha masuk melalui Riau tapi tidak dapat tembus juga karena terhalang longsor. Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk ke wilayah Kecamatan Pangkalan karena terhalang 3 titik longsor besar lagi yang harus dibersihkan.BPBD Prov Sumbar telah mengirim satu unit perahu dan masih tertahan longsor bersama tim gabungan," papar Sutopo.
 
Untuk kondisi terkini, sambung Sutopo, sebagian wilayah gelap gulita karena PLN mematikan listrik di beberapa wilayah terdampak banjir sehingga sulit berkomunikasi. "Beberapa daerah mengalami blank spot sinyal.Pendataan warga terdampak banjir terutama di Kecamatan Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal karena belum dapat tembus ke lokasi sehingga data jumlah KK/jiwa terdampak belum dapat terlaporkan," pungkas Sutopo seraya menambahkan untuk info lebih lanjut bisa menghubungi Kalaksa BPBD Kab Limapuluhkota (Nasriyanto +62 813 74355411). (Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Jalan Longsor Pamah Semelir Langkat Mulai Diperbaiki Oktober
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Pameran Foto Bencana Prahara Pulau Emas Jadi Ruang Diskusi Mitigasi Bencana
Pertamina Sumbagut Bersama BPH Migas Cek Penyaluran BBM Subsidi di Sumbar
Pertamina Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar Ungkap Kasus LPG Oplosan
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
komentar
beritaTerbaru
hit tracker