Rabu, 08 Juli 2026

Aksi 2 Desember dan 4 Desember Tidak Perlu Dibentur-benturkan

Jumat, 02 Desember 2016 05:30 WIB
Aksi 2 Desember dan 4 Desember Tidak Perlu Dibentur-benturkan
BERITASUMUT.COM/IST
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengimbau agar masyarakat Indonesia tidak perlu membentur-benturkan antara yang ikut unjuk rasa pada 2 Desember dan 4 Desember 2016.Hal itu disampaikan Hidayat sebagai bentuk respon atas adanya upaya dari beberapa pihak yang akan mengadakan unjuk rasa berbentuk Parade Bhinneka Tunggal Ika 4 Desember 2016, setelah dilangsungkannya Aksi Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016.
 
“Jangan juga dibenturkan dengan seolah-olah nanti tanggal 4 akan ada Parade Bhinneke Tunggal Ika, dalam semangat menjadi pesaing terhadap agenda aksi 2 Desember. Atau koreksi terhadap agenda besok. Jadi, seolah-olah tanggal 2 adalah membahayakan Bhinneka dan NKRI. Menurut saya ini adalah hal yang tidak bertanggung jawab,” tegas Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
Sebab, Hidayat merujuk pada peristiwa sebelumnya di bulan November, di mana terdapat aksi bertema Parade Nusantara pada 19 November, yang seolah-olah merujuk pada peristiwa 4 November dengan kesan tidak nasionalis dan anti ke-Bhinneka-an.
 
“Padahal peristiwa 4 November adalah peristiwa sangat NKRI dan Bhinneka. Yang ikut tokoh lintas agama, Lieus Sungkarisma datang, Jaya Suprana datang, bahkan ada pengantin dari umat Kristiani yang ingin pemberkatan di Katedral, dihantarkan oleh peserta aksi untuk sampai masuk ke gereja,” tegas Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini.
 
Oleh karena itu, Hidayat memastikan bahwa peserta aksi bela Islam Jilid III adalah bagian dari aksi damai yang sama-sama mencintai NKRI dan menjaga keutuhan Indonesia. “Karenanya jangan dibentur-benturkan dengan agenda lain, yang seolah-olah kalau ada pembelahan semacam itu akan membahayakan kesatuan kita sebagai bangsa,” tegas Anggota Komisi Bidang Pertahanan dan Keamanan DPR RI ini.
 
Diketahui, masyarakat Indonesia direncanakan akan melangsungkan aksi unjuk rasa secara berturut-turut pada tanggal 2 Desember dan 4 Desember 2016 mendatang. Adapun mengenai agenda aksi unjuk rasa pada 2 Desember adalah terkait penegakan hukum terhadap tersangka kasus Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama, sebagai bagian pula untuk menjaga kerukunan NKRI.(Rel)
 

Tags
beritaTerkait
AMPMSU Desak Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produk Kecantikan Ilegal di Toko Intan Cosmetic
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur
Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai
Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo
Kongres VI Demokrat Bakal Pilih Ketum hingga Pengisi Posisi Bendum
komentar
beritaTerbaru
hit tracker