Jumat, 08 Mei 2026

Jepang Bantu Pembangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba dan Panti Asuhan

Kamis, 10 November 2016 22:15 WIB
Jepang Bantu Pembangunan Pusat Rehabilitasi Narkoba dan Panti Asuhan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Dana bantuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Jepang melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects di Medan memberikan bantuan hibah senilai Rp 2 miliar untuk pembangunan pusat rehabilitasi narkoba di Lubuk Pakam, Deli Serdang dan pembangunan panti asuhan di Aceh Tengah.
 
Kerja sama tersebut diberikan kepada Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman, Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamataan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, senilai Rp 948.499.237 (untuk proyek Pembangunan Panti Asuhan) dan Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan (PSE KAM), Kelurahan Lubuk Pakam I-II, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, senilai Rp1.041.260.000 (untuk proyek Pembangunan Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba).
 
“Kali ini pemerintah Jepang secara resmi menyetujui untuk membantu 2 proyek yaitu proyek pembangunan gedung panti asuhan di Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman dan  proyek Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba di Yayasan Caritas PSE KAM,” kata Konjen Jepang di Medan, Hirofumi Morikawa, saat penandatanganan bantuan hibah tersebut, Kamis (13/11).
 
Dikatakan Hirofumi, untuk panti asuhan Nurul Iman yang terletak di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Mereka mengalami penurunan daya tampung dan dalam kondisi yang rusak berat akibat dampak  bencana gempa pada tahun 2013, sehingga tidak semua anak yang memerlukan pengasuhan khususnya yang berada di Kabupaten Aceh Tengah dapat ditampung.Bahkan sebagian diantaranya harus pindah ke tempat yang cukup jauh dari Aceh Tengah.
 
“Karena hal inilah Pemerintah Jepang memutuskan untuk mendukungnya, harapan kita semakin meningkatnya daya tampung panti asuhan maka anak asuh dapat hidup dengan kondisi yang layak,” terangnya sembari mengharapkan agar siswa siswi panti asuhan nantinya dapat belajar bahasa Jepang dan melanjutkan kuliah di Jepang.
 
Sementara itu, untuk pembangunan pusat perawatan dan pemulihan adiksi narkoba, tempatnya terletak di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.Selama ini, Yayasan Caritas selalu berupaya untuk melakukan perawatan dan pemulihan para pecandu narkoba di Kota Medan, namun karena keterbatasan kapasitas fasilitasnya tidak dapat menerima semua pasien.
 
“Yayasan Caritas sendiri pun berusaha untuk memperbesar gedung dan daya tampungnya, tetapi karena kondisi masalah narkoba di daerah ini bisa dikatakan kondisi darurat, sehingga pemerintah Jepang memutuskan bantuan dana untuk pembangunan pusat rehabilitasi baru di Kabupaten Deli Serdang, sehingga penaganan pecandu narkoba di Sumut bisa maksimal,” kata Hirofumi.
 
Kontrak kerja sama bantuan hibah ini turut dihadiri Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman, Abdul Latif Rusdi dan Ketua Yayasan Caritas PSE KAM, Todo Agustinus Pasaribu.
 
Ketua Yayasan Caritas PSE KAM Todo Agustinus Pasaribu mengatakan, yayasan ini telah dirujuk oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementrian Sosial Republik Indonesia bagi para pengguna narkoba yang membutuhkan perawatan dan pemulihan adiksi, khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
 
“Melalui dukungan pengadaan gedung pusat perawatan dan pemulihan adiksi narkoba ini, diharapkan lebih banyak pecandu narkoba khususnya di Sumatera Utara yang dapat memperoleh kesempatan perawatan, sehingga dapat mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba di Sumut,” kata Todo.
 
Sedangkan Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Iman, Abdul Latif Rusdi mengatakan, proyek pembangunan ini berupa fasilitas gedung asrama panti asuhan yang terdiri dari 2 lantai (untuk kapasitas 100 anak asuh). “Pembangunan ini untuk mengatasi kendala daya tampung panti asuhan yang kurang memadai dan kondisi bangunan yang rusak berat akibat dampak bencana gempa di dataran tinggi Gayo yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2013. Harapan kami dengan pembangunan ini maka banyak anak asuh dapat memperoleh kesempatan perawatan dan tempat tinggal yang lebih layak, serta pendidikan yang lebih baik bagi pengembangan dirinya,” papar Abdul Latif Rusdi.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap
Polisi Sergap 2 Orang Pemuda Pengedar Sabu di Jalan Pasar III Medan
Barak Narkoba dan Judi Tembak Ikan di Desa Durin Simbelang Eksis Beroperasi
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 12 Kg Sabu Asal Malaysia
Terkait Pengungkapan Jaringan Narkoba, Praktisi Hukum Hans Silalahi : Silahkan Buktikan di Pengadilan
Gubernur Sumut Apresiasi Upaya Polda dan Kodam I/BB Berantas Judi dan Narkoba
komentar
beritaTerbaru
hit tracker