Selasa, 21 April 2026

Tak Makan dan Tak Minum, Barus Dibuang Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Fly Over Amplas

Minggu, 16 Oktober 2016 22:30 WIB
Tak Makan dan Tak Minum, Barus Dibuang Ayah Kandung dan Ibu Tiri di Fly Over Amplas
BERITASUMUT.COM/BS04
Chandra Barus, anak yang dibuang oleh ayah kandung dan ibu tirinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Chandra Barus, bocah berusia 9 tahun ini mengalami nasib yang memilukan. Dia dibuang oleh ayah kandungnya Balem Barus dan ibu tirinya Putri Lenta boru Sagala di sekitaran Fly Over Amplas, Jumat (14/10/2016) kemarin.Sejak ditinggal beberapa hari lalu, Chandra tak makan dan minum.
 
Dua penarik becak, Edi dan Mulyono yang biasa mangkal di sana meras iba melihat Chandra yang terlihat kebingungan tak tahu mau ke mana, Minggu (16/10/2016). Lantas, keduanya memanggil Chandra. Edy dan Mulyono kemudian menanyakan asal usulnya sembari memberi Chandra makan. 
 
Mendengar kisah bocah yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu, Edy dan Mulyono memutuskan untuk mengantarkannya ke Polsek Patumbak."Pertama, kami tengok dia (Chandra) macam kebingungan gitu. Nggak tau dia di mana. Terus, kami panggil dia. Kami tanya-tanya dia. Jadi, dia (Chandra) bilang kalau dia dibuang dan ditinggal gitu aja sama bapak kandungnya dan mamak tirinya. Terus dia bilang belum makan, kami belikanlah dia makan. Sambil makan, kami tanyai pelan-pelan. Mendengar cerita dia, jadi kami bawa ke mari (Polsek Patumbak) dia. Biar dibantu pak polisi, supaya dia bisa pulang ke rumahnya," kata Edy dan Mulyono di Mapolsek Patumbak.
 
Chandra kepada polisi bercerita, setelah ibu kandungnya meninggal dan ayahnya kawin lagi, dia tinggal bersama opung (nenek)-nya boru Situmorang di Kampung Sonai, Sidikalang, Dairi. Dia kemudian dijemput ayah dan ibu tirinya dan untuk dibawa ke rumah orang tuanya itu. Namun, sayangnya Chandra tidak ingat alamat rumahnya. "Aku nggak tahu di mana alamatnya," akunya polos.
 
Selama tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya, bukannya bahagia yang diterimanya, melainkan siksaan. Padahal, kata Chandra, dia rajin melakukan pekerjaan rumah, seperti menyapu, cuci piring dan sabagainya. "Kalau aku lagi main-main, aku dimarahi, dijewer telinga saya, ditampar, dan dipukuli. Bahkan, tanganku pun pernah disayat pakai pisau sama mamak tiriku," keluhnya.
 
Terakhir, pada Jumat kemarin, Chandra dibawa ayah kandung dan ibu tirinya ke Medan. Namun sesampainya di Simpang Amplas, tepatnya di bawah Fly Over Amplas, tiba-tiba Chandra diturunkan dari angkutan kota (angkot) yang mereka tumpangi.Diapun tidur di bawah jembatan layang itu. "Nggak makan, nggak minum. Nggak dikasih uang sama bapak," katanya lagi.
 
Sementara itu, petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Patumbak terlihat bingung ketika menyambut kedatangan Chandra."Wah ini paling-paling diserahkan ke Komnas Perlindungan Anak," ucap salah seorang petugas.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Meresahkan Warga, Polsek Patumbak Tangkap Pengedar Sabu
Polsek Patumbak Tegaskan Netralitas dalam Pemilu 2024
Empat Pelaku Pencurian dengan Kekerasan di Amplas Ditangkap
Polsek Patumbak Tembak Dua Begal di Medan Amplas
Polsek Patumbak Ringkus Dua Maling Kabel Rumah Warga
Korban Pembacokan di Amplas Kritis, Pelaku Ditangkap dengan Pengawalan Ketat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker