Selasa, 14 Juli 2026

Kloter Awal, Tiga Koper Terdeteksi Simpan Air Zamzam Dibongkar

Sabtu, 17 September 2016 20:30 WIB
Kloter Awal, Tiga Koper Terdeteksi Simpan Air Zamzam Dibongkar
BERITASUMUT.COM/IST
Petugas sedang memeriksa koper jemaah haji Indonesia dengan X Ray di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa hasil pemeriksaan koper jemaah haji di bandara, ditemukan tiga koper yang menyimpan air zamzam. Ketiga koper itu akhirnya dibongkar untuk dikeluarkan air zam-zamnya.
 
"Di hari pertama penimbangan, koper langsung dikirim ke bandara. Kami mendapatkan kabar dari Jeddah bahwa ada 3 tas yang di dalamnya ada air zamzam dan itu sudah kita bongkar untuk dikeluarkan," demikian penjelasan Arsyad Hidayat usai memantau pemulangan jemaah haji kloter 01 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) di Mifalah-Makkah, Sabtu (17/09/2016).
 
Menurut Arsyad, semua koper harus steril dari barang terlarang dalam penerbangan, termasuk air Zamzam. Arsyad berharap jumlah tiga koper ini menunjukan mayoritas jemaah sudah memiliki kesadaran tentang larangan menyimpan air Zamzam. "Sosialisasi yang kita lakukan selama ini efektif. Mudah-mudahan ke depan sama," harapnya.
 
Arsyad mengingatkan, adanya air Zamzam atau barang terlarang di tas koper jemaah bisa menyebabkan delay pesawat yang akan berefek pada penerbangan selanjutnya. Selain itu, dimungkinkan juga jemaah pulang tanpa membawa tas koper karena otoritas bandara memutuskan untuk tidak membawanya."Kami tidak menginginkan kondisi ini. Karenanya, mohon bantuan seluruh jemaah haji agar kondisi awal yang sudah baik ini bisa dipertahankan," ujarnya dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.
 
Sementara itu, Ketua Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) Syahdi Hidayat mengaku setelah mendapat arahan dari Kepala Daker dan Kepala Sektor terkait larangan barang bawaan, pihaknya langsung mensosialisasikan hal itu kepada jemaah. Tidak hanya soal larangan yag disosialisasikan, tetapi juga terkait risiko jika melanggar.
 
"Kita sampaikan, jika larangan dilanggar, maka risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab jemaah dan jika barangnya tidak dibawa, panitia di sini tidak bertanggung jawab," tandasnya sembari berharap jemaah haji Indonesia akan patuh dan taat teradap aturan ini. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik
DPR Umumkan Pembentukan Timwas Haji hingga Timwas Perlindungan PMI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker