Sabtu, 15 Agustus 2026

Hujan Buatan di Riau Berhasil, NASA Deteksi Hanya Tinggal 1 Hot Spot

Selasa, 30 Agustus 2016 22:15 WIB
Hujan Buatan di Riau Berhasil, NASA Deteksi Hanya Tinggal 1 Hot Spot
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Hot Spot Riau
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Upaya pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau membuahkan hasil. Meski telah menurunkan hujan buatan melalui 5 armada helikopter water bombing, serta melibatkan banyak personil gabungan di darat sedikit demi sedikit titik api (hot spot) mulai padam.
 
"Kita kerahkan Satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Basarnas, Masyarakat Peduli Api dan banyak tenaga relawan agar bisa memadamkan api di darat. Untuk memperkuatnya, telah tiba bantuan 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) sekitar 200-300 personil dari Kodam I Bukit Barisan. Mereka akan diperbantukan untuk memadamkan api dan menjaga wilayah-wilayah yang rawan dibakar," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran persnya, Selasa (30/08/2016).
 
Dia menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan secara intesinsif telah memberikan hasil yang signifikan. "Hutan dan lahan yang terbakar hebat di Tanah Putih dan Pujud Kabupaten Rokan Hilir telah padam," jelasnya.
 
Senada dengan itu, Kepala BNPB Willem Rampangilei yang terbang langsung dari helikopter water bombing melaporkan bahwa saat ini permukaan lahan berwarna hitam bekas terbakar secara luas terhampar.
 
“Secara umum kebakaran berhasil dipadamkan. Dari pengamatan visual masih terdapat asap yang sangat tipis keluar dari lahan bercampur uap air. Udara secara umum cerah.” papar Willem. Hal ini juga sesuai dengan pantuan satelit MODIS dari NASA pada Selasa (30/08/2016) sekitar pukul 16.30 Wib. NASA mencatat, di Riau hanya terdeteksi ada 1 hotspot.
 
"Kualitas udara semuanya baik hingga sedang. Sudah tidak ada kualitas udara yang tidak sehat seperti pada sebelumnya. Jarak pandang di Pekanbaru 7 km, Rengat 9 km, Dumai 6 km, dan Pelalawan 10 km. Terjadi hujan di banyak tempat seperti Pekanbaru, Rengat, Bengkalis, Kampar dan lainnya," lapor Kepala BNPB.
 
Meski demikian, Willem tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada, mengingat ancaman musim panas masih akan berlangsung hingga September 2016 nanti.
 
“Saya tetap arahkan agar jangan lengah. Tetap maksimalkan kekuatan untuk kegiatan patroli dan pengawasan serta pemadaman secara dini. Daerah-daerah yang sering terbakar harus kita jaga agar tidak dibakar kembali. Hujan buatan tetap kita laksanakan. Heli water bombing memburu bekas kebakaran yang masih berasap. Cuaca saat ini mendukung kita untuk melakukan pemadaman,” pungkasnya. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Jaga Ketahanan Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Bank Sumut Rayakan Natal: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan
Peduli Korban Banjir Bandang, Anindya Bakrie Salurkan Bantuan Kadin ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
KADIN Medan dan WALUBI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir, Arman Chandra: Bentuk Kepedulian Pengusaha
komentar
beritaTerbaru
hit tracker