Minggu, 19 April 2026

Warga Sari Rejo Trauma Ingat Aksi Anarkis Anggota TNI AU yang Pecah Kotak Infak Masjid

Sabtu, 20 Agustus 2016 20:30 WIB
Warga Sari Rejo Trauma Ingat Aksi Anarkis Anggota TNI AU yang Pecah Kotak Infak Masjid
BERITASUMUT.COM/BS04
Dua kotak Infak yang dipecahkan anggota TNI AU
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Beringasnya aksi anggota TNI AU masih membekas di hati jamaah Masjid  Al-Hasanah, Jalan Teratai, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Baku hantam antara personil TNI AU Lanud Soewondo dan warga Sari Rejo yang baru menyelesaikan ibadah Shalat Ashar, Senin (15/08/2016) lalu, membuat warga dicekam ketakutan hingga saat ini. Hal ini disampaikan oleh Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Al-Hasanah, Sabtu (20/08/2016).
 
"Saat penyerangan itu terjadi, saya dan jamaah baru selesai Shalat Ashar. Tapi mereka (personel TNI AU, Lanud Soewondo-red) beringas saja masuk ke mesjid pakai sepatu. Para jamaah pun ketakutan. Apalagi ada anggota TNI yang mengambil 2 kotak infak mesjid dan memecahkannya," terang Suparno (66) salah seorang warga.
 
Dia menceritakan, setelah kotak infak dipecahkan, personel TNI AU Lanud Soewondo lalu memanggil nazir mesjid (Rahman Abdi (65)-red) untuk mengutip uang dari kotak infak yang dipecahkan tersebut. "Sudah begitu, kerah baju saya juga ditarik mereka (personil Lanud Soewondo) sambil berjalan. Saya dituduh mereka sebagai provokator. Waktu saya di seret, saya diam saja. Karena saya takut melihat mereka membwa senjata api dan pentungan," imbuhnya.
 
Suparno juga menuturkan, ada salah seorang remaja mesjid bernama Riski (22). "Dia sebenarnya sudah berusaha menenangkan warga agar tidak menyerang anggota TNI AU Lanud Soewondo. Namun karena Riski terus dipukuli dan diinjak-injak personel TNI AU, dia akhirnya lari ke dalam Masjid Al-Hasanah untuk menyelamatkan dirinya," papar lelaki itu.
 
Sementara itu, Rahman Abdi (65), nazir mesjid Al-Hasanah menerangkan "Sewaktu 2 kotak infak mesjid dipecahkan dan saya disuruh mengutip uangnya, uangnya tidak diambil anggota TNI AU Lanud Soewondo. Tapi permasalahan kotak infak yang diambil dari mesjid, lalu di pecahkan di luar mesjid itu benar," jelasnya.
 
Rahman mengakui dirinya dilanda panik saat dipaksa mengumpulkan uang dari kotak infak tersebut. Ketegangan yang semakin memuncak saat aksi bentrok mulai pecah oleh suara tembakan personel TNI AU. "Itu yang buat takut saya. Anggota TNI AU Lanud Soewondo tiba-tiba menembak warga yang ada di dalam rumah. Siapa warga yang ditembak itu, saya tak tau. Yang jelas saya lihat, warga yang lain cepat-cepat membawa warga yang ditembak itu ke Rumah sakit. Waktu kejadian penyerangan saya sudah lemas. Cuma bisa berdoa kepada Allah SWT," ujar nazir mesjid Al-Hasanah ini.
 
Di lain kesempatan, Afan dari Aliansi Ormas Islam, mengatakan dari rekaman CCTV mesjid Al-Hasanah terlihat beberapa anggota TNI AU, Lanud Soewondo yang memecahkan kotak infak mesjid.
 
"Iya, ada yang pecahkan kotak infak. Dari rekaman CCTV ini semua jelas siapa pelaku penyerangan warga Sari Rejo dan mesjid Al-Hasanah. Kami menilai mereka ini sudah kelewat batas. Sudahlah memasuk ke mesjid pakai sepatu, 2 kotak infak dipecahkannya juga," tegas Afan. (BS04)

Tags
beritaTerkait
 Tiga Orang Diamankan Terkait Bentrok Warga dengan Petugas Penertiban Bangunan di Sampali
Kepemilikan Senpi ESG, Warga Pancur Batu Minta Hakim Berdiri Tegak Lurus Berikan Putusan
Warga Pancur Batu Desak Polrestabes Medan Ungkap  Mobil dan Senpi Digunakan 5 Pelaku Serang Anggota IPK
Aliansi Masyarakat Pancurbatu Apresiasi Kapolda Sumut Tangkap Godol
Miliki Senpi Jenis Pistol dan Sajam, Polrestabes Ketua Brigsus PKN Sumut Ditetapkan Tersangka
Terkait Bentrok di Pancur Batu, Edi Suranta Gurusinga  Ditangkap Polisi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker