Rabu, 02 September 2026

BNPB Catat 339 Hotspot Tersebar di Nusantara

Jumat, 19 Agustus 2016 17:06 WIB
BNPB Catat 339 Hotspot Tersebar di Nusantara
BERITASUMUT.COM/IST
BNPB Catat 339 Hotspot Tersebar di Nusantara
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Badan Penanggulangan Bencana Nasional mencatat sebanyak 339 titik panas (hotspot) tersebar di berbagai wilayah nusantara. Hal ini berdasarkan pemantauan satelit Modis dari Lapan, pada Jum'at pagi (19/08/2016) yaitu 218 hotspot untuk hotspot dengan tingkat kepercayaan Sedang (30-79 persen) dan 121 hotspot untuk tingkat kepercayaan Tinggi (80-100 %).
 
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, "Jumlah hotspot ini fluktuatif setiap harinya. Kebakaran hutan dan lahan di Riau masih terjadi di beberapa tempat. Pantauan satelit menunjukkan sebaran asap atau gas CO2 menyebar hingga Selat Malaka," ujarnya melalui siaran persnya, Jum'at (19/08/2016).
 
"Namun demikian belum mempengaruhi kualitas udara di Malaysia dan Singapore. Indeks Standar Pencemaran Udara di Malaysia dan Singapore masih baik," imbuhnya.
 
Dia menjabarkan, sebaran 218 hotspot untuk tingkat kepercayaan Sedang adalah Kalimantan Barat 96, Kalimantan Selatan 7, Kalimantan Tengah 16, Kalimantan Timur 1, Jawa Barat 2, Jawa Tengah 1, Jawa Timur 1, NTT 14, Bangka, Belitung 17, Maluku 8, Maluku Utara 1, Sulawesi Selatan 7, Sulawesi Tengah 1, Sulawesi Tenggara 1, Sumatera Barat 2, Sumatera Selatan 9, Sumatera Utara 14, Jambi 4, Kepulauan Riau 1, Riau 10, Lampung 1, Papua 2, dan Gorontalo 1.
 
Sedangkan 121 hotspot untuk tingkat kepercayaan Tinggi tersebar di Kalimantan Barat 62, Kalimantan Selatan 1, Kalimantan Tengah 7, Kalimantan Timur 1, NTT 1, Bangka Belitung 7, Lampung 1, Riau 22, Sumatera Selatan 4, Sumatera Utara 14, dan Sulawesi Selatan 1.
 
"Saat ini upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan oleh ribuan personil satgas terpadu dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan karyawan perusahaan perkebunan. Bulan September adalah puncak kemarau dan menjadi periode kritis kebakaran hutan dan lahan. Umumnya pada periode September adalah paling banyak hotspot di Sumatera dan Kalimantan. Oleh karena itu penanganan akan lebih diintensifkan," pungkasnya. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang
Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi
Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17
Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru
hit tracker