Jumat, 08 Mei 2026

Diduga Terkait Kericuhan, Kapolres Karo Dicopot Mendadak

Senin, 08 Agustus 2016 15:52 WIB
Diduga Terkait Kericuhan, Kapolres Karo Dicopot Mendadak
Salam komando saat pisah sambut Kapolres Karo beberapa waktu lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Kapolres Tanah Karo, AKBP Pangasian Sitio mendadak dicopot. Pangasian diduga dicopot karena bentrok antara warga Desa Lingga dengan anggota Polres Tanah Karo yang merenggut satu korban jiwa.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya pencopotan tersebut. Menurutnya Sitio digantikan posisinya sebagi orang nomer satu di bumi turang tersebut. "Benar (pergantian kapolres), tadi pagi diganti," ujarnya, Senin (08/08/2016).

Nainggolan mengaku tidak mengetahui apakah alasan Sitio dicopot karena kisruh di Tanah Karo, sehingga menyebabkan warga Desa Lingga menyerbu Polres Tanah Karo. Menurutnya, pergantian tersebut adalah kebijakan pimpinan. "Pergantian itu kebijakan pimpinan. Sprin Kapolda," katanya.

Jabatan Kapolres Karo selanjutnya, lanjut Nainggolan, dipercayakan kepada Kasubdit I Dit Res Narkoba Poldasu, AKBP Rio Nababan.

Sebelumnya, sebanyak 30 orang personel Polres Karo diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri dan Polda Sumut. Para personel diperiksa terkait kerusuhan di Desa Lingga, beberapa waktu lalu, yang menewaskan Andi Purba, salah seorang warga Desa Lingga.

Kapolres Karo saat itu AKBP Pangasian Sitio mengatakan, pihaknya akan transparan dalam penyelidikan. Dia dan 30 anggotanya sudah memberikan keterangan. "Tim Propam dan Mabes Polri dan Polda Sumut sudah datang untuk melakukan pemeriksaan," katanya, beberapa waktu lalu.

Pangasian meyakini, penanganan kericuhan yang mereka lakukan sudah sesuai dengan prosedur. Dia mengatakan setiap anggotanya sudah diberikan arahan dan paham metode penanganan kericuhan.

"Saya sudah bertugas jadi polisi selama 19 tahun dan lama di Jakarta. Jadi sudah biasa menangani kerusuhan. Mulai dari masa tenang, mulai anarkis sampai overmark. Saya yakin kami tidak menyalahi ketentuan," katanya.

Pangasian mengatakan pada kericuhan itu warga sudah menyiapkan batu, bom molotov serta benda tajam. Warga juga sudah berniat membakar Polres, sehingga upaya pencegahan dan pengarahan untuk melindungi Polres langsung diberikan kepada anggota yang berdinas saat itu.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Polisi Tangkap Sebelas Orang Penyerang Warga di Selambo
Ungkap Peredaran Narkoba di Tanjung Balai, Polda Sumut Amankan 9 Kg Sabu dan Ekstasi
Dugaan Kasus Penganiayaan, Kapolres Dairi Dicopot
Sempat Jadi DPO, Polda Sumut Resmi Tahan Anggota DPRD Tanjungbalai
Lima Kapolres dan Empat Pejabat Utama Polda Sumut Diganti
Tujuh Suporter Persita Jadi Tersangka Pelemparan Bus Persis Solo di Tangerang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker