Minggu, 16 Agustus 2026

Wartawan Diteror, Manajemen Harian Metro 24 Besok Demo ke Poldasu

Kamis, 02 Juni 2016 21:11 WIB
Wartawan Diteror, Manajemen Harian Metro 24 Besok Demo ke Poldasu
Beritasumut.com/BS04
Teror terhadap wartawan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Terbakarnya rumah salah satu wartawan Harian Metro 24, membuat segenap wartawan, karyawan dan stafnya akan melakukan demo ke Polda Sumut, Jumat (03/06/2016) besok. Unjuk rasa tersebut berkaitan dengan kasus teror yang dialami salah seorang wartawannya, Mehuli Keliat (35), warga Dusun IV, Desa Namorambe, Deli Serdang, Selasa (31/05/2016) kemarin.

"Aksi besok bertujuan untuk mendesak Polda Sumut untuk mengungkap kasus pembakaran rumah wartawan kami (Mehuli Keliat)," ungkap Alex Siagian, salah seorang redaktur Harian Metro 24 Jam, Kamis (02/06/2016).

Alex menjelaskan, kasus pembakaran rumah Mehuli Keliat itu diduga kuat terkait pemberitaan tentang pengembang perumahan yang merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Deli di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang. Hal ini juga dibenarkan wartawan Harian Metro 24 lainnya, Akbar. "Iya bang, besok (hari ini) kami aksi di Polda Sumut sekitar jam 09.00 WIB," sebutnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, paska pemberitaan soal pengembang perumahan yang merusak DAS Sungai Deli di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang, kediaman Mehuli Keliat di Dusun IV, Desa Namorambe, Deliserdang, dibakar sejumlah orang tak dikenal (OTK), jelang adzan Subuh, Selasa (31/05/2016) lalu, sekira jam 04.30 WIB. Terlihat dua OTK itu keluar dari lokasi kejadian. Mengetahui teras rumahnya terbakar, Mehuli terbangun karena teriakan tetangganya.

Mehuli mengeluarkan sepeda motornya dan menggendong anak-anaknya ke luar rumah. Api dengan cepat membesar dan menghabiskan semua harta benda dalam rumahnya. Yang tersisa hanya pakaian melekat di badan dan keluarganya.

Baca Juga:

Salah seorang warga menceritakan, sesaat sebelum kejadian melihat dua pria mengendarai motor bebek keluar dari gang rumah Mehuli. Tak lama setelah dua pria itu pergi, rumah Mehuli Keliat tiba-tiba terbakar. "Praduga kami rumah Mehuli Keliat itu dibakar oleh orang yang tak senang kepada si Mehuli," terang warga yang minta namanya dirahasiakan.

Sejauh ini, Polsek Namorambe terkesan cuek dengan peristiwa yang menimpa Mehuli. Garis polisi baru dipasang enam jam jelang kebakaran terjadi. "Mustahil rumah Mehuli terbakar akibat korsleting listrik. Soalnya dari lokasi api tidak ada wayar atau stop kontak listrik," ujar Beru Tarigan, tetangga Mehuli.

Kapolsek Namorambe AKP H Simanjuntak mengatakan, tim identifikasi dari Polres Deliserdang kesusahan untuk mengecek sumber api. Karena lokasi telah diacak-acak warga. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo
Pengelola Lapak Judi dan Sabung Ayam Teror dan Serang Panti Asuhan YPPK di Desa Helvetia
Lanud Sultan Hasanuddin Bersama BNPT Gelar Sosialisasi Perkembangan dan Antisipasi Tindak Pidana Terorisme
Warga Kampung Kompak Jalan H Anif Diserang Preman dengan Klewang, Puluhan Orang Luka-luka
Polrestabes Medan Tangkap Dua Orang Pemuda Terlibat Penganiayaan Berat kepada Warga Kampung Kompak
Puluhan Preman Teror Emak-emak dan Pemuda di Kampung Kompak, Percut Sei Tuan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker