Senin, 18 Mei 2026

Muslim Indonesia di Australia Butuh Ustadz dan Dai

Kamis, 19 Mei 2016 12:18 WIB
Muslim Indonesia di Australia Butuh Ustadz dan Dai
beritasumut.com/ist
Project Director Konferensi Muslim Indonesia seluruh Australia Diski Naim berbincang dengan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Warga muslim Indonesia yang tinggal di Australia membutuhkan dukungan ahli agama, da’i atau ustadz dari Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Project Director Konferensi Muslim Indonesia seluruh Australia Diski Naim kepada  Menag Lukman Hakim Saifuddin saat berkunjung ke Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/05/2016).

“Jika ada students dari IAIN atau UIN di Merbourne atau kota lain di Australia, Alhamdulillah, kami terbantu, karena bisa ceramah dan dakwah yang baik. Tapi sering kali, kami sangat kekurangan da’i,” terangnya.

Kepada Menag, Diski menyampaikan bahwa muslim Indonesia di Asutralia membutuhkan tenaga da’i atau imam yang baik. “Saat ini kami sedang krisis. Mungkin bisa 6 bulan sekali diganti. Tentang akomodasi dan lain sebagainya, kami siap nanggung. Kami melakukannya dengan swadaya,” terang Diski.

Diski menambahkan, saat ini ada sekitar 15-an ribu muslim Indonesia yang tinggal di Australia. Sedang untuk populasi total muslim, ada sekitar 500-an ribu. Dari 15-an ribu tersebut, diperkirakan 70 % tinggal di Melbourne dan Sidney.

Diski yang telah 9 tahun tinggal di Australia dan kini menetap di Melbourne dan masih ber-KTP Indonesia menyatakan, komunitas Muslim Indonesia di Melbourne kini mempunyai 3 center (Masjid) dan ada 15 pengajian.  Akan hal ini, Menag Lukman berharap komunitas Muslim Indonesia di Australia berkirim surat kepada Kementerian Agama agar bisa dipelajari dan ditindaklanjuti.

Kedatangan Diski ke Indonesia adalah dalam rangka menyelenggarakan Konferensi Muslim Indonesia di Australia pada 24-25 di Melrbourne yang rencananya akan dihadiri perwakilan umat Islam Indonesia seluruh Australia, perwakilan umat Islam dunia, dan pemerintah Lokal.

“Acara ini kami buat, karena kami ingin lebih terlihat sebagai representasi muslim yang sebenarnya. Karena selama ini, Barat melihat muslim ya Timur Tengah. Udah waktunya kita ambil wilayah ini. Kita yang muslim, bisa hidup bercampur, berdampingan dan damai dengan siapa pun, termasuk warga lokal. Karenanya, tema yang kami angkat adalah “Living in Harmony,” imbuh Diski, seperti dilansir kemenag.go.id.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pegadaian Kanwil 1 Medan Lepas 250 Pemudik Lebaran
Wujudkan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemko Binjai Bersama PA Kota Binjai Laksanakan Penandatanganan Kerjasama
Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai
Badai PHK Hantam Industri RI, Istana Kasih Pembelaan
Menbud Fadli Zon Harapkan Warga Aceh Jaga Harmoni Budaya dan Agama
MK Tegaskan Perkawinan di RI Harus Berdasarkan Agama atau Kepercayaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker