Kamis, 28 Mei 2026

Tiga Yatim Piatu Ini Tinggal di Kuburan Setelah Ditinggal Mati Orang Tua

Jumat, 30 Oktober 2015 17:21 WIB
Tiga Yatim Piatu Ini Tinggal di Kuburan Setelah Ditinggal Mati Orang Tua
Istimewa
Ramadhan Pohan mengunjungi tiga anak yatim piatu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Tiga kakak beradik yatim piatu, Hamidah (22), Sundari (16), dan Sarmila (14), tinggal di kuburan, setelah ditinggal mati orang tua mereka.

Ketiga yatim piatu ini tinggal di rumah papan di tanah wakaf yang dijadikan kuburan keluarga mereka. Kedua orangtua mereka juga dikuburkan di tempat tesebut.

Rumah keluarga malang ini berada di Jalan Ileng, Lingkungan I, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Rumah berukuran 4 x 5 meter ini berdinding papan, berlantai tanah dan atap yang berlubang. Terkadang juga banjir ketika hujan deras akibat tumpahan air dari atap. Tidak hanya berada di tanah kuburan, tepat di depan rumah mereka juga terdapat tumpukan sampah warga.

Sebagai kakak tertua, Hamidah bertanggung jawab atas kebutuhan hidup kedua adiknya yang keduanya masih duduk di bangku Kelas IV Sekolah Dasar.

Awalnya, Hamidah terpaksa menjadi buruh setrika di rumah tetangga mereka dengan upah Rp30 ribu per hari. Beruntung, sudah dua bulan terakhir dia bekerja sebagai pegawai di toko perabotan.

Hamidah melepas pendidikannya di bangku Kelas II SMP, karena tidak ada biaya untuk sekolah. Dia mengaku sempat putus asa dengan keadaan yang mereka alami. Namun karena memiliki tanggung jawab untuk menghidupi kedua adiknya, dia tetap ikhlas menjalani semua kepahitan hidup.

Almarhum ayah mereka, Ibrahim meninggal pada Tahun 2011. Ibrahim hanya meninggalkan rumah yang berada di area pemakaman tersebut. Walau tidak ada bantuan dari Pemerintah Kota Medan, namun mereka beruntung masih bisa mendapat beras miskin dari Bulog.  Walau tidak dibekali pendidikan yang tinggi, namun Hamidah tidak pernah putus asa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kedua adiknya.

"Almarhum ibu saya, Suparni meninggal bersama adik saya pada saat melahirkan. Sedangkan abang tertua kami bekerja di Sulawesi, sudah lima tahun tidak ada kabar, dia sudah lupa dengan kami. Bantuan dari Pemerintah Medan tidak ada," ujar Hamidah kepada Calon Wali Kota Medan Ramadhan Pohan, Jumat (30/10/2015).

Sementara itu, Ramadhan Pohan yang mengunjungi keluarga malang tersebut memberi santunan kepada tiga kakak beradik itu.

"Harusnya kondisi keluarga seperti mereka diberi perhatian khusus. Kepada siapa lagi mereka bergantung, kedua orang tua mereka sudah tiada. Semoga mereka diberi kesabaran dan rezeki agar tidak putus asa dalam menjalani hidup," kata Ramadhan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker