Selasa, 12 Mei 2026

Tak Dikenali, Korban Hercules Dimakamkan Massal di Medan

Kamis, 29 Oktober 2015 16:57 WIB
Tak Dikenali, Korban Hercules Dimakamkan Massal di Medan
Istimewa
Jenazah korban Hercules disalatkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Korban kecelakaan pesawat TNI AU Hercules C-130 di Medan, yang tidak berhasil dikenali akhirnya dimakamkan. Mereka dikebumikan secara massal di dekat Monumen Membramo, Jalan Adi Sucipto, Polonia, Medan, Kamis (29/10/2015).

Lokasi pemakaman di seberang Makosekhanudnas III Medan ini merupakan lokasi kuburan massal untuk korban kecelakaan pesawat yang tidak dikenali. Yang dimakamkan di sana yaitu korban pesawat Membramo jenia Fokker F-28 milik Garuda Indonesia yang menabrak Gunung Pertektekan, Sumatera Utara (Sumut) pada 11 Juli 1979. Lalu, korban kecelakaan pesawat Airbus A300-B4 Garuda Indonesia GA 152 yang jatuh di Desa Buah Nabar, Sibolangit, Deli Serdang, pada 26 September 1997, dan Boeing 737-200 Mandala Airlines RI 091 yang gagal take off di Padang Bulan, Medan, 5 September 2005. 

Jenazah diserahkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan kepada pihak TNI AU untuk dibawa ke Lanud Soewondo. Sebelumnya, jenazah telah dimandikan kemudian disalatkan di Masjid Nurul Iman Kompleks Makosatbrimob Polda Sumut.

"Jenazah yang kita serahkan dan akan dimakamkan berjumlah lima jasad utuh dan 22 body part," ujar Kepala RS Bhayangkara Medan AKBP Farid Amansyah.

Kelima jenazah dan 22 bagian tubuh itu tidak berhasil dikenali. Meskipun ada keluarga yang melaporkan kehilangan, namun tidak ada kecocokan setelah dilakukan tes DNA.

Sejauh ini, terdapat lima penumpang pesawat yang tidak ditemukan, yaitu Defri, Urai Sri Ramdani, Wan Desfita, Rasia Purba dan Supiah Irawati. Selain itu, terdapat dua pegawai BS Oukup yang juga hilang yaitu Siti Sarah Saragih dan Diah Catur Khairani.

Sejumlah perwakilan keluarga juga hadir di RS Bhayangkara Medan, di antaranya ada yang berasal dari Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. 

"Ada tujuh keluarga, tiga dari Natuna, dua dari Pontianak eh satu ya, yang lain saya tidak tahu. Putri saya penumpang pesawat, dia mahasiswa," ujar Tabrani, ayah dari Urai Sri Ramdania, penumpang asal Natuna.

Karena tidak berhasil dikenali, Tabrani ikhlas menerima jenazah dan bagian tubuh itu adalah kerabat mereka. 

"Kata dokter mereka sudah berusaha tapi tetap saja tidak bisa dikenali. Tidak ada yang lain, cuma ini. Yang lain sudah ketemu, tinggal kami yang belum," sambung Tabrani.

Kelima jenazah dan bagian tubuh yang akan dimakamkan ditempatkan pada tujuh peti. Dua di antaranya berisi kumpulan potongan tubuh. Setelah disalatkan, pihak TNI AU kemudian membawa ketujuh peti itu ke Lanud Soewondo untuk diserahterimakan kepada keluarga, kemudian dimakamkan.

Seperti diberitakan, pesawat Hercules C-130 milik TNI AU jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, pada Selasa (30/6/2015) siang. Setelah proses identifikasi di RSUP Adam Malik Medan, sejumlah jenazah masih tidak dikenali. Proses identifikasi kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan pada Senin (7/7/2015).

Total masih 124 jenazah korban kecelakaan Hercules C-130 yang sudah teridentifikasi dan diambil keluarga. Dari jumlah itu terdapat 105 penumpang dan 12 awak pesawat. Sisanya merupakan masyarakat yang sedang beraktivitas di lokasi kecelakaan itu, termasuk pekerja di Oukup BS. 

Sebagian besar jenazah penumpang dan awak pesawat  itu sudah diterbangkan ke sejumlah daerah. Sementara sisanya diambil keluarga dan dimakamkan di wilayah Sumut dan sekitarnya.

Meski korban yang tidak dikenali sudah dimakamkan massal, namun data DNA mereka masih disimpan. 

"Jika masih ada yang merasa keluarganya jadi korban, kami persilakan datang ke RS Bhayangkara Medan untuk diambil DNA-nya," kata Kabiddokkes Polda Sumut Kombes Pol Setyo Purwanto. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker