Kamis, 28 Mei 2026

Tol Binjai-Tebingtinggi Rampung 2017

Jumat, 10 Juli 2015 12:47 WIB
Tol Binjai-Tebingtinggi Rampung 2017
Istimewa
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi melakukan peninjauan bersama kontraktor dan pelaksana pembangunan jalan tol di 3 titik yakni Binjai, Parbarakan dan Kualanamu, Kamis (9/7/2015). Akses jalan tol Binjai-Tebingtinggi diharapkan akan tuntas pada 2017 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi optimistis persoalan kemacetan di Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Binjai menuju Tebingtinggi akan tuntas pada Tahun 2017 mendatang.
 
Hal itu dikemukakan Tengku Erry usai meninjau tiga titik pembangunan jalan tol Binjai menuju Tebingtinggi bersama perwakilan kontraktor dan pelaksana pembangunan jalan tol, Kamis (9/7/2014).
 
Turut dalam peninjauan Kepala Bidang Pengadaan Lahan PT Jasa Marga Kualanamo Tol Fainir Sitompul, Suryadi, Agus Kholiq dan sejumlah perwakilan kontraktor lainnya.
 
Tinjauan pertama, rombongan melihat proses penimbunan dan pengerasan jalan tol Binjai-Medan di kawasan pintu tol Jalan Fatmawati, Binjai. Pembangunan ruas tol menghubungkan Binjai dengan Kota Medan ini ditargetkan akan selesai pada 2016 mendatang.
 
Kemudian rombongan meninjau ruas jalan tol Kualanamu menuju Lubukpakam. Proses pembangunan saat ini sedang berlangsung, termasuk pembangunan fly over melintasi jalan utama menuju Bandara Kualanamu.
 
Selanjutnya, rombongan meninjau pembangunan jalan tol ruas Tanjungmorawa-Parbarakan menuju Bandara Kualanamu. Proses pembangunan jalan tol terus dikebut agar tuntas sesuai target.
 
Dalam kesempatan itu, Tengku Erry menyatakan rasa optimis pembangunan jalan tol yang menghubungkan Binjai menuju Medan akan tuntas pada 2016 mendatang. Demikian juga pembangunan jalan tol ruas Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu dan Lubukpakam akan tuntas pada tahun yang sama.
 
"Lintas Binjai, Medan, hingga Tanjungmorawa merupakan jalur dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Dengan selesainya jalur tol Binjai hingga Lubukpakam, akan mengurangi kemacetan di jalur lintas Sumatera," ujar Erry optimistis.
 
Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumut terhadap permintaan pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tercatat mencapai 200 ribu per tahun atau sekitar 700 STNK per hari.
 
"Itu artinya, pertumbuhan volume kendaraan di Sumut sangat tinggi. Sementara ketersediaan jalan lintas yang ada tidak mengalami penambahan signifikan hingga mengakibatkan kemacetan," jelas Tengku Erry.
 
Dengan terealisasinya jalan tol Binjai-Medan sepanjang 16 km, Tanjungmorawa hingga Lubukpakam, akan memberikan efesiensi dalam jarak dan lama tempuh.
 
"Tidak itu saja, hal positif lain, jalan tol juga akan menjadi pemicu dalam perkembangan daerah karena akses yang lancar," sebut Tengku Erry.
 
Sementara ruas jalan tol Lubukpakam menuju Tebingtinggi akan tuntas pada 2017 mendatang. Salah satu kendala yang masih dihadapi saat ini adalan pembebasan lahan.
 
"Ruas tol Binjai menuju Tebingtinggi sepanjang lebih kurang 200 km. Untuk keseluruhan ruas yang direncakan dilintasi jalan tol Binjai hingga Tebingtinggi, pembebasan lahan telah rampung 83 persen. Sebagain lagi masih dalam proses. Untuk itu, Pemerentah Provinsi Sumatera Utara berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam membantu proses pembebasan lahan jalur tol," harap Tengku Erry.
 
Tengku Erry juga menyatakan, tingkat kepadatan arus lalu-lintas di Sumut terjadi sepanjang jalan Binjai menuju Tebing Tinggi. Akibat kemacetan, lama tempuh dari 2 jam molor menjadi 3 jam.
 
"Jika jalan tol sudah selesai, Binjai menuju Tebingtinggi hanya butuh 2 jam. Ini akan membantu masyarakat dalam hal efisiensi waktu dan jaminan kelancaran akses jalan," tambah Tengku Erry.
 
Sementara Staf Dirjen Jasa Marga Fainir Sitompul mengatakan, kondisi pembebasan lahan Medan Binjai telah terealisasi mencapai 70 persen. Sementara sisanya diharapkan akan tuntas Tahun 2015 ini hingga PT Hutama Karya sebagai pihak pelaksana dapat melaksanakan pembangunan sesuai target di Tahun 2016.
 
Khusus ruas tol Medan menuju Kualanamu kemudian Tebingtinggi, pembebasan lahan telah mencapai 83 persen. Pembebasan ini terbagi atas dua tahap yakni dari Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu akan ditangani bantuan LOA Cina, kemudian Simpang Parbarakan hingga Tebingtinggi akan ditangani oleh Jasa Marga.
 
"Pembebasan lahannnya kita upayakan diselesaikan Tahun 2015 ini juga. Dengan demikian, pelaksana tidak terkendala dalam pembangunan," ujar Fainir.
 
Perwakilan PT Jasa Marga Suryadi mengatakan, jalan tol Binjai menuju Tebingtinggi khusus didesain untuk kecepatan minimal 80 km per jam. Sementara dengan kondisi jalan negara yang tersedia ditambah dengan tingginya volume kendaraan, kecepatan pacu kendaraan hanya mampu sekitar 40 sampai 50 km per jam.
 
"Lazimnya, jarak tempuh dari Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu mencapai 45 menit, setelah jalan tol selesai dapat ditempuh 15 menit saja," ujar Suryadi.
 
Pembangunan jalan tol ruas Tanjungmorawa menuju Kualanamu dilaksanankan PT Jasa Marga Kualanamu Tol sepanjang 44 km dengan kontrak yang telah ditandangani pada Juni 2015 lalu. Sedangkan ruas tol Tajungmorawa menuju Tebingtinggi mencapai 61 km.
 
Ruas tol Tanjungmorawa menuju Lubukpakan ditargetkan akan selesai pada 2016 dan Lubukpakam menuju Tebingtinggi selesai 2017. Sementara ruas tol Parbarakan menuju Bandara Kualanamu sepanjang 17 km dilaksanakan dari LOAN Cina.
 
Dari ruas tol Lubukpakam menuju Tebingtinggi akan dibangun 5 pintu tol yakni di pintu masuk Lubukpakam, Perbaungan, Telukmengkudu, Seirampah dan pintu tol Tebingtinggi.
 
"Pintu tol yang tersebar di sejumlah titik akan memudahkan masyarakat mengakses jalan tol. Tentu jalur masuk menuju jalan tol juga akan kita siapkan dalam rangkaian pembangunan jalan tol utama," jelas Suryadi.
 
Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Kualanmu Tol Agus Suharianto mengatakan, sejauh ini pembangunan jalan tol ruas Tanjungmorawa hingga Lubukpakam tidak mengalami kendala berarti baik kontruksi maupun peyiapan jalan masyrakat yang melintasi persilangan jalan tol (overpass dan underpass).
 
"Kita menyiapkan jalan bagi masyarakat untuk melintasi dari atas atau bawah tol agar akses masyarakat tidak terganggu dengan adanya jalan tol. Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung pembangunan jalan tol," jelas Agus. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker