Senin, 01 Juni 2026

Gubernur Sumut Tebang Perdana 180 Ha Hutan Untuk Lahan Pertanian Pengungsi Sinabung

Kamis, 25 Juni 2015 22:24 WIB
Gubernur Sumut Tebang Perdana 180 Ha Hutan Untuk Lahan Pertanian Pengungsi Sinabung
Istimewa
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menebang pohon.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho melakukan penebangan perdana hutan Siosar seluas 180 hektare yang akan dijadikan sebagai areal perladangan bagi 370 keluarga pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kamis (25/6/2015).

Gatot didampingi Bupati Karo Terkelin  Brahmana dan Kepala Dinas Kehutanan Sumut Halen Purba menebang sebatang pohon berusia puluhan tahun sebagai tanda diresmikannya pembukaan areal hutan untuk pertanian tersebut. 

Nantinya lahan eks hutan seluas 180 ha tersebut akan dibagikan kepada 370 KK yang menempati perumahan relokasi pengungsi Sinabung di Siosar, Kecamatan Merek. Masing-masing KK akan mendapatkan 0,5 ha lahan untuk bercocok tanam menggantikan areal pertanian mereka yang musnah dihantam erupsi.

Lokasi perladangan tersebut letaknya tidak jauh dari kompleks perumahan yang saat ini dalam proses pengerjaan. Di lokasi perumahan telah selesai dan diresmikan 112 rumah, dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian dimana ditargetkan 370 unit rumah selesai tuntas pada Agustus mendatang.

Selain meninjau lokasi perladangan, Gubernur Sumut juga meninjau pembangunan rumah tahap awal bagi 370 pengungsi yang direncanakan selesai Agustus. Gubernur juga ikut menebang pohon bagi areal perumahan. Di sana Gubernur Sumut meminta agar dilakukan percepatan pengerjaan pembangunan dan fasilitas pendukung agar warga pengungsi dapat segera menempati rumah.

Kompleks Siosar ini merupakan areal relokasi yang direncanakan peruntukannya untuk pemukiman dan perladangan bagi 2.035 kk pengungsi erupsi Sinabung. Para pengungsi tidak dapat kembali lagi ke lokasi karena berada di bawah radius 5 km sementara Gunung Sinabung belum menunjukkan tanda-tanda berhenti beraktivitas. 

Gubernur mengatakan Kementerian Kehutanan sudah mengeluarkan izin pemanfaatan hutan seluas 416 ha atas hutan Siosar yang akan dijadikan areal pertanian warga masyarakat.  Menurut Gubernur Sumut setelah proses pembersihan lahan, areal tersebut belum bisa langsung ditanami oleh masyarakat pengungsi. Lahan tersebut harus melalui proses pengolahan lahan terlebih dahulu yang diperkirakan membutuhkan waktu satu tahun. Menunggu itu, pemerintah akan menyewakan lahan pertanian di sekitar Siosar agar tidak jauh lokasi dari pemukiman warga yang baru.

Menanggapi status bencana Gunung Sinabung yang sudah aktif bertahun-tahun dan belum menunjukkan penurunan aktivitas, Gubernur Sumut mengatakan pihaknya beserta Pemkab Karo sudah mengusulkan Sinabung agar statusnya menjadi bencana nasional. 

"Pemprov Sumut dan Pemkab Karo sudah usulkan Sinabung menjadi bencana nasional. Namun yang jauh lebih penting, nasional sudah memberikan perhatian. Diantaranya kami usulkan penyedian hunian tetap sementara di dekat radius 7 km. Jika situasi aman, maka warga  bisa kembali ke ladang maupun rumahnya," kata Gatot. 

Huntara akan dibangun di sekitar masyarakat sehingga akan menumbuhkembangkan semangat gotong royong. Pusat melalui BNPB menurut Gubernur Sumut sudah menyetujui pembangunan Huntara menunggu proporsal yang akan disusun dan diusulkan oleh pemerintah daerah. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Belum Terima Undangan Pelantikan Erry
Pagi Ini Paripurna Pembahasan Pengusulan Erry Nuradi jadi Gubsu Definitif
Banmus DPRD Sumut Segera Jadwalkan Paripurna Usulan Pengangkatan Erry
Pelantikan Gubernur Sumut Semakin Mengambang
Beredar Informasi, Erry Jadi Gubernur Sumut Definitif Pekan Depan
Gubernur Sumut yang Pertama Ini Juga Gubernur Pertama Riau
komentar
beritaTerbaru
hit tracker