Jumat, 05 Juni 2026

Tuntut Pesangon, Ratusan Karyawan Geruduk Rumah Pemilik Macan Yaohan

Kamis, 11 Juni 2015 16:54 WIB
Tuntut Pesangon, Ratusan Karyawan Geruduk Rumah Pemilik Macan Yaohan
Istimewa
Ratusan karyawan jaringan Supermarket Macan Yaohan, Medan, menggeruduk kediaman bosnya, Bobi Leong,  di Kompleks Taman Malibu Indah, Polonia, Medan, Kamis (11/6/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Ratusan karyawan jaringan Supermarket Macan Yaohan, Medan, menggeruduk kediaman bosnya, Bobi Leong,  di Kompleks Taman Malibu Indah, Polonia, Medan, Kamis (11/6/2015). Mereka menuntut pesangon setelah 2 pekan ditelantarkan menyusul bangkrutnya jaringan usaha ritel yang berdiri sejak 1985 itu.

Para karyawan sempat berupaya masuk ke rumah mewah itu. Tapi mereka terhenti di pagar megah yang dijaga aparat kepolisian itu.

"Kami datang kemari tidak untuk meminta macam-macam. Kami hanya menuntut pembayaran gaji dan pesangon. Kami juga mau bermusyawarah. Tapi kami janganlah kami ditelantarkan seperti ini. Pengusahanya pun tidak mau jumpa," kata Ernawati, karyawan Macan Yaohan.

Aksi para karyawan juga sempat diwarnai kericuhan, setelah kehadiran rekannya seorang sekuriti Macan Yaohan. Mereka menuding laki-laki itu sebagai mata-mata pengusaha yang sedang mengawasi aksi demonstrasi itu.

Para karyawan langsung mendamprat dan mengusir sekuriti itu. Suasana dapat dikendalikan setelah aparat kepolisian menenangkan karyawan.

Sebelumnya, Macan Yaohan dinyatakan pailit dan ditutup sejak Senin (11/5/2015) lalu. Namun, ratusan karyawan jaringan supermarket lokal di Medan ini belum mendapat pesangon. Padahal mereka sudah bekerja di perusahaan itu hingga 20 tahun. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Mencuri, Karyawan Alfamart Ditangkap
Jokowi Minta Perusahaan Go Public Beri Saham Karyawan
Diduga Tak Sanggup Biayai Ibu Berobat, Karyawan Mebel Gantung Diri
Macan Yaohan Tutup, Karyawan Tuntut Gaji dan Pesangon
Gaji Kecil, 2 Karyawan Counter Curi HP
Kebijakan PD Pasar Medan Kuliahkan Karyawan Diprotes
komentar
beritaTerbaru
hit tracker