Selasa, 12 Mei 2026

Isu Kakek dan Nenek Sarung Dipastikan Hoax

Minggu, 15 Maret 2015 16:41 WIB
Isu Kakek dan Nenek Sarung Dipastikan Hoax
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Helfi Assegaf memastikan isu Kakek dan Nenek Sarung yang beredar di Medan sekitarnya merupakan kabar bohong (hoax). Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai kabar itu.

"Gak benar itu. Tidak ada kejadian Kakek dan Nenek Sarung seperti yang dikabarkan itu," katanya, Ahad (15/3/2015).

Polda Sumut meminta masyarakat tidak mempercayai isu Kakek Sarung pencabut nyawa itu. Bukan hanya itu, masyarakat juga diimbau agar tidak terlibat mengedarkan kabar bohong.

"Kita masih menyelidiki pihak tidak bertanggung jawab yang menyebarkan isu Kakek Sarung," katanya.

Dia mengingatkan pengedar kabar bohong bisa dikenakan pidana. Jika meresahkan, bisa kena pidana, ucapnya.

Isu Kakek dan Nenek Sarung beredar di Medan sekitarnya dalam beberapa hari belakangan. Meskipun banyak yang tidak percaya, kabar ini tetap memunculkan kehebohan.

Isu yang tidak jelas sumbernya itu kurang lebih mengingatkan agar warga berhati-hati dengan keberadaan kakek penjual sarung yang biasanya datang ke rumah warga pada dinihari, sore dan selepas magrib. Dia menjual sarungnya Rp5.000, ada pula yang menyebut Rp10.000.

Jika sarung tidak dibeli, si kakek akan menangis seperti bayi. Namun, kalau sarung dibeli dan disentuh, si pembeli akan meninggal. Disebutkan pula bahwa yang dijual itu sebenarnya bukan sarung melainkan kain kafan bekas sebagai bahan pesugihan.

Beredar pula kabar bahwa korban Kakek Sarung ini sudah banyak berjatuhan, seperti di Diski, Binjai, Tandem, dan Sunggal. Bahkan ada yang menyebut pembantu dosen dan mahasiswa USU turut menjadi korban. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Air Garam di Baskom = Hoax
Polisi Diminta Usut Penyebar Isu Kakek dan Nenek Sarung
Isu Kakek dan Nenek Sarung, Ini Broadcast BBM Yang Tebar Ketakutan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker