Kamis, 21 Mei 2026

Enam Pria Nyaris Diamuk Massa Sekampung

Jumat, 19 Desember 2014 23:56 WIB
Enam Pria Nyaris Diamuk Massa Sekampung
Ibu Pariatik di depan rumahnya. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Enam pria yang mengaku oknum petugas, lari terbirit-birit akibat diamuk massa warga satu kampung, karena kepergok hendak merampok di rumah wartawan salah satu koran terbitan Medan di Jalan Sidomulyo, Lorong VII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan,Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (19/12/2014).

Warga setempat mengungkapkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB berawal dengan munculnya mobil Toyota Avanza warna silver (tanpa sempat teridentifikasi nopolnya) yang berjalan mondar mandir menyatroni tiap-tiap rumah penduduk yang dilaluinya.

Melihat rumah Pak Sadino dan Ibu Pariatik yang sepi dengan pintu terbuka, empat kawanan pelaku langsung berloncatan turun dari Avanza dan tanpa permisi menerobos masuk ke kediaman orang tua Joko tersebut.

Sepeda mesin bertenaga bakar listrik yang terparkir di ruang tamu, tak luput dari incaran pelaku, sedangkan tiga pelaku lainnya secara sistematis mencoba masuk kamar tidur yang dihuni Pak Sadino. Di saat menyikat dompet dan handphone milik korban yang terletak di kasur, Pak Sadino bersama putranya terjaga dari tidurnya dan spontan menepis tangan seorang pelaku.

Mendengar kegaduhan ibu Pariatik yang saat itu tengah di dapur langsung berteriak agar keempat pria tamu tak diundang itu ke luar sekaligus meletakkan kembali sepeda mesin dan barang berharga yang coba dirampok dan dibawa kaburnya.

"Siapa kalian, pagi- pagi gini masuk rumah orang tanpa permisi dan seenaknya mengambil barang-barang yang ada di sini,kalian mau merampok ya," teriak Ibu Pariatik.

Bersamaan itu, warga dari berbagai penjuru berdatangan memberi pertolongan kepada korban. Bahkan jumlah warga bertambah banyak sehingga menjadi terkosentrasi mengepung keempat pelaku. Dua pria lainnya tiba- tiba keluar dari Avanza sambil membentak-bentak beberapa kaum ibu dan beberapa bocah balita hingga, anak- anak dimaksud menangis meraung- raung dan gemetaran seperti trauma ketakutan.

Itu dilakukan keduanya, untuk menyelematkan keempat rekannya yang terjebak dalam kepungan dan amuk warga. Dengan mengaku-ngaku sebagai petugas akhirnya ke enam berhasil kabur dan mangicir lolos dari amukan maasa.

"Kami sudah perhatikan gerak-gerik mereka yang bolak-balik dari pagi tadi, ternyata medatangan mereka ke kampung kami ini untuk berbuat jahat. Bila masih ada yang berani menggangu ketentraman dan keamanan lingkungan disini, maka kami tak akan segan segan untuk membakarnya hidup-hidup," teriak belasan warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, warga terlihat masih berjaga-jaga di setiap sudut lingkungannya. (Avid)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker