Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Rombongan travel blogger Medan dan team XL berangkat dari Grha XL Medan menuju Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Jumat, (16/8/2014) tengah malam pukul jam 23.30 WIB.
Dalam siaran pers XL yang diterima, Senin (18/8/2014) disebutkan, rombongan para travel blogger Medan terdiri atas Kemanaaja.com, Travelnista.com, Pariwisatasumut.com, Medanwisata.com, Travelografi.com, Siikepo.blogspot.com, Virginmojito.com, Ceritamedan.com, Punyamedan.com serta blogger Medan lainnya.
Menuju puncak Sibayak, yang juga gunung berapi aktif yang memiliki uap panas dengan ketinggian 2.094 mdpl (meter dari permukaan laut), cukup menantang. Gunung Sibayak secara administratif terletak di Desa Raja Barneh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (60 km dari Kota Medan).
Tiba di kaki Gunung Sibayak, rombongan menitipkan kendaraan, karena perjalanan berikutnya dilakukan dengan cara berjalan kaki menuju camping ground. Butuh waktu sekitar 1 jam berjalan kaki mencapai camping ground dengan jalanan beraspal dan tanjakan yang luar biasa curam. Bermodalkan senter dan menenteng perlengkapan berjalan dengan semangat di tengah gelapnya hutan dini hari jam 02.00 WIB.
Tepat jam 03.00 pagi tiba di camping ground dan disambut oleh ratusan tenda tenda yang tersebar dan lampu lampu tenda serta api unggun di mana mana. Suasana camping ground layaknya pasar malam. Sesekali kembang api melejit ke udara, yang diikuti oleh tepuk tangan dari ribuan pendaki yang ada. Camping ground yang biasanya sepi berubah seperti pasar malam dengan 1.500-an pendaki gunung yang hilir mudik di malam menjelang peringatan 17 Agustus 2014.
Beristirahat sebentar, menyalakan api dan minum kopi hangat, tak sampai 3 menit pun kopi panasnya akan berubah menjadi kopi dingin. Setelah ngobrol-ngobrol dan makan cemilan selanjutnya mempersiapkan peralatan menuju bibir kawah. Tepat jam 04.15 WIB rombongan berangkat menuju puncak Sibayak. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak dengan pemandangan hutan dan tebing tebing curam. Gelap!
Setelah berjalan sekitar 1 jam rombongan tiba di bibir kawah dan juga disambut dengan suara gemuruh layaknya bunyi gas yang menyemburkan belerang dari perut bumi. Seram?
Ya! Tapi menakjubkan. Tidak sedikit orang yang mendirikan tenda di sisi tebing curam ini. Pemandangan yang luar biasa.
Tepat jam 6 pagi, kala matahari mulai mengintip, rombongan bergabung dengan banyak pendaki gunung yang juga sudah menghabiskan hari di Sibayak untuk merayakan pesta kemerdekaan RI ke 69.
Tiba saatnya, Team XL dan kemanaaja.com serta Travel Blogger Medan lainnya mengambil peran. Di dalam kawah Sibayak, di perut puncak Gunung Sibayak, kumandang lagu-lagu nasional melantun kencang, keras dan penuh semangat. Haru bersemangat, merinding, kala Indonesia Raya dan pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan di kawah Sibayak.
Diawali dengan lagu Indonesia Raya menyanyikan bersama sama membuat suasana menjadi lebih dramatis. Dilanjutkan lagi lagu Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Garuda Pancasila, Halo Halo Bandung dan puluhan lagu wajib nasional lain.
“Bulu kuduk aku merinding tadi saat harus memimpin lagu Indonesia Raya di depan, di puncak gunung dan dilihat banyak orang,” ucap Charis Martin dari Travelografi.com
“Semangat hari merdeka hari itu bukan hanya dinikmati oleh kita yang sedang berada di puncak Gunung Sibayak. Kita juga sampaikan momen ini ke teman, keluarga dan saudara saudara kita melalui telepon merdeka Rp1.500 gratis nelepon 3 jam 20 menit. Dari bibir kawah Gunung Sibayak kita bisa menggunakan panggilan telepon melalui jaringan XL dengan baik,” ujar Oloan Jimmy MR - Corporate Communication North and Central West XL.
Ada pesan khusus yang dibawa XL dan kemanaaja.com dalam perjalanan Kibarkan Bendera Merah Putih dari XL di Gunung Sibayak kali ini. Saat akan kembali ke camping ground, meyusuri kawah dan tebing, Team XL dan teman teman travel blogger dengan sukarela memungut sampah yang bertebaran, mulai dari botol air mineral, sisa mie cup, plastik dan bungkus rokok.
“Kita turun gunung bukan hanya membawa cerita indah tetapi juga membawa puluhan kantong plastik besar yang berisi sampah kering. Banyak yang menyaksikan aksi peduli kebersihan Sibayak ini, berharap semua pendaki juga melakukan hal yang sama yaitu peduli terhadap kebersihan kawah,” kata Jimmy.
“Setelah mengumpulkan banyak sampah dan membawanya ke camping ground untuk dimusnahkan, kita membereskan semua perlengkapan dan memutuskan untuk kembali turun gunung dan pulang ke Medan. Dan dengan haru campur bahagia bisa membawa dan mengibarkan bendera dari XL di puncak Gunung Sibayak,” tutup Jimmy.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar