Selasa, 26 Mei 2026

PLTA Lau Renun Terancam Sia-sia

Kamis, 07 Agustus 2014 13:06 WIB
PLTA Lau Renun Terancam Sia-sia
PLTA Renun. (Dok)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Sidikalang, (beritasumut.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Renun di Desa Silalahi, Kabupaten Dairi, terancam sia-sia. Dari dua unit pembangkit yang ada, baru satu unit yang sudah bisa dioperasikan. Itu pun dengan waktu pengoperasian yang sangat terbatas karena ancaman berkurangnya debit air akibat penggundulan hutan di hulu Sungai Renun.

PLTA Renun yang berkapasitas 2x41 Mega Watt dibangun atas dana pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) senilai 26,6 miliar yen. PLTA terancam tutup disebabkan debit air di proyek pembangkitan ini makin berkurang.

Hal ini terjadi karena masih ada oknum-oknum masyarakat yang melakukan penebangan hutan terutama di Lae Pondom. Jika kemarau kekurangan air, musim hujan waduknya “diserang” lumpur.

Hal ini bisa dibuktikan bukit-bukit di sekitar bangunan PLTA Renun tidak banyak lagi terdapat pohon besar. Jajaran pohon pinus dan padang rumput yang lapang lebih mendominasi, bahkan di beberapa tempat tampak gundul. Beberapa titik di jalan menuju Silalahi longsor, menandakan tidak adanya penahan aliran air hujan.

PLTA Lau Renun merupakan salah satu proyek PLTA di Dairi yang sampai hari ini tidak menguntungkan. Padahal, biaya untuk membangun PLTA Lau Renun mencapai triliunan rupiah.

PLTA ini dibangun di tepi Danau Toba. Sumber air penggerak turbin berasal dari Sungai Renun yang wilayah tangkapan airnya berasal dari bukit-bukit di atas Danau Toba. Untuk menggerakkan turbin, air dan Sungai Renun dialirkan ke instalasi pemutar turbin melalui terowongan yang menembus bukit.

Manager Unit PLTA Lau Renun P Sianturi, baru-baru ini mengatakan, kekeringan air di 11 anak sungai karena faktor kemarau dan bukan penebangan hutan di pegunungan Lae Pondom dan di wilayah tangkapan air PLTA Renun. Sampai saat ini kedua turbin pembangkit berjalan normal dan tidak ada kendala, ujarnya. (BS-033)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker