Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi berharap North Sumatra Jazz Festival (NSJF) dapat digelar secara berkala tiap tahunnya di Medan. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati hiburan sehat sekaligus berpotensi menarik minat wisatawan datang ke Sumut.
Harapan tersebut disampaikan Wagub Erry Nuradi saat membuka secara resmi North Sumatra Jazz Festival (NSJF) ke 4 di Hermes Palace, Jalan Mongonsidi, Medan, Sabtu (21/6/2014) malam. Erry hadir bersama isteri Evi Diana Erry.
Turut hadir Pembina Waspada EMusic Seni dan Budaya Rayati Syafrin, Ketua Waspada EMusic Erucakra Mahemeru, Arsyadona dan sejumlah pejabat Pemko Medan.
Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan, jazz merupakan aliran musik yang hanya bisa dinikmati golongan tertentu, karena memiliki kelas tersendiri dalam blantika musik tanah air. Layaknya, musik jazz harus akrab dengan masyarakat dari strata golongan tanpa terbentur dengan tingkat perekonomian.
“Kita menyadari, musik jazz memiliki kelas tersendiri. Akibatnya, tidak semua golongan masyarakat dapat menikmatinya. Saya berharap ke depan, musik jazz menjadi musik yang akrab dengan masyarakat. Baik dari golongan menengah ke atas atau sebaliknya, menengah ke bawah,” harap Erry.
Erry juga berharap, pihak penyelenggara, juga secara rutin menghadirkan musisi jazz dunia ke tanah air secara berkala, termasuk tampil di Medan dengan tiket terjangkau semua kalangan.
“Seiring perkembangan jaman, musik menjadi industri saat ini. Tetapi di atas semua itu, keberhasilan industri musik adalah ketika seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya,” sebut Erry.
Erry juga berharap, panitia penyelenggara tidak sekadar menggelar pementasan musik jazz. Tetapi juga memberikan pendidikan musik kepada generasi muda, beberapa hari sebelum pertunjukan digelar. Kegiatan tersebut diyakini efektif memberikan pembekalan dan pemahaman musik kepada pemula.
“Sehari sebelum pementasan, alangkah baiknya jika panitia menggelar les musik kepada mereka yang tertarik dengan jazz. Bisa juga seminar kecil dengan musisi jazz yang melibatkan mereka penggemar jazz. Tentu dengan biaya yang terjangkau,” harap Erry.
Erry juga meyakini, pembekalan pemahaman musik kepada generasi muda efektif menjadi edukasi tentang pentingnya menghargai hak cipta.
“Kita berharap, adanya pemahaman tentang musik dapat mengurangi tindak pembajakan atau penciplakan karya orang lain. Jadi tidak sepenuhnya musik menjadi industri semata, tetapi juga berfungsi sebagai edukasi,” ujar Erry.
Lebih lanjut Erry mengatakan, NSJF yang digelar secara berkala dan berkesinambungan, diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara ke Sumut.
“Saya yakin, jika ada event berkelas dunia yang rutin digelar di Medan, pasti penggemar musik jazz dari beberapa negara tetangga akan datang. Kehadiran mereka sudah pasti berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan ke Sumut,” tambah Erry.
Sementara Pembina Waspada EMusic Seni dan Budaya Rayati Syafrin mengatakan, NSJF kali ini merupakan festival keempat yang digelar di Medan. Dalam pagelaran, pihak panitian menghadirkan musisi jazz terkenal asal Amerika Serikat, Norwegia dan Malaysia.
“Kehadiran musisi kelas dunia ini khusus untuk menghibur penggemar jazz tanah air. Beberapa musisi jazz tanah air yang telah memiliki nama, juga turut menyemarakkan NSJF,” sebut Rayati.
Senada dengan Wagub, Rayati juga mengatakan, salah satu upaya memasyarakatkan musik jazz adalah dengan menggelar workshop bagi pelajar SMA dan sederajat. Tujuannya tidak lain mengenalkan musik jazz kepada generasi muda.
“Panitia telah menggelar workshop jazz untuk anak-anak SMA sebelum pementasan dilakukan. Tahun ini kita mengedepankan sisi edukasi dengan tujuan mencari bibit-bibit baru musisi jazz,” jelas Rayati.
Ketua Waspada EMusic Seni dan Budaya Erucakra Mahemeru mengatakan, NSJF 2014 juga menghadirkan penulis lagu jazz tanah air, Rika Ruslan, The Groobe dan Bintang Impian.
“Penulis dan musisi jazz ternama tanah air ini memadukan aliran jazz dengan dangdut, warna musik yang telah akrab dengan masyarakat. Istilahnya Jazz Coplo. Harapannya, musik jazz menjadi akrab dan dapat diterima dengan mudah ditelinga masyarakat,” terang Erucakra.
Menurut Erucakra, gabungan dua aliran musik tersebut akan mengawinkan sosial budaya lokal, termasuk Medan dengan budaya dunia.
“Sesuai dengan target kita, yakni mengawinkan sosial budaya Medan dengan dunia dalam NSJF kali ini. Kita menguatkan sisi Medan City. Ini bentuk apresiasi terhadap Pemko Medan yang sangat mendukung terselenggaranya acara ini,” tambah Erucakra.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar