Selasa, 12 Mei 2026

Lagi, Suspect MERS Masuk RSUP Adam Malik Medan

Selasa, 06 Mei 2014 19:49 WIB
Lagi, Suspect MERS Masuk RSUP Adam Malik Medan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Seorang lagi pasien suspect MERS dirawat di RSUP Adam Malik, Medan, Selasa (6/5/2014). Perempuan berinisial SHN (50) ini diketahui juga baru pulang umroh.

"Pasien dirujuk dari rumah sakit di Lubuk Pakam, Deliserdang," kata Ketua Departemen/SMF Paru RSUP H Adam Malik, Medan, Prof Dr Luhur Suroso, Selasa (5/5/2014).

Pasien baru ini diketahui berasal dari Desa Liberia, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai. Dia berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah pada 20 April 2013 dan kembali pada Jumat (2/5/2014).

Sepulangnya ke tanah air, SHN dirawat di RS Medistra, Lubukpakam, Deliserdang. Dia mengalami demam, sehingga dirujuk ke RSUP Adam Malik.

"Tiba di RSUP Adam Malik pada Senin (5/5/2014) sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisinya demam seperti flu biasa tapi lekosit dan trombositnya masih tinggi. Kondisinya tidak seburuk pasien (suspect MERS yang meninggal dunia) kemarin. Mereka juga berbeda penerbangan," sambung Luhur.

Saat ini SHN masih dirawat di gedung Rawat Infeksius RSUP Adam Malik, Medan. Namun, berdasarkan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan, kondisi pasien ini masih baik.

"Kondisinya bagus, lekosit trombosit bagus tidak turun. Foto thorax juga bagus, tidak ada tanda-tanda pnemonia," jelas Luhur, seusai memeriksa SHN.

Luhur juga mengingatkan agar rumah sakit di daerah benar-benar memeriksa pasien sebelum merujuknya ke RSUP Adam Malik. "Jangan hanya karena baru pulang umrah, lalu sakit sedikit, dikirim ke sini. Seharusnya diperiksa dulu lebih mendalam," imbaunya.

Sebelumnya, seorang pasien suspect MERS, Ks (54), meninggal di RSUP Adam Malik. Dia diduga mengidap penyakit itu karena baru pulang umroh dan mengalami keluhan mirip penderita yang terserang Middle East Respitatory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov).

Kondisi Ks sudah sangat parah. Dia demam tinggi dan sesak napas. Selain ada infeksi yang cepat pada paru-paru, lekosit dan trombositnya juga sangat rendah.

Ks hanya dirawat beberapa jam di RSUP Adam Malik sebelum meninggal dunia. "Tapi pasien itu masih suspect belum terkonfirmasi MERS, karena swap (sampel cairan tenggorokan) tidak diambil karena tidak diizinkan keluarga," beber Luhur. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker