Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Erry Nuradi mengimbau sineas muda turut berperan mendukung pembangunan di Sumut dengan mempromosikan destinasi wisata lewat film. Film merupakan media efektif dalam mengenalkan lokasi wisata kepada masyarakat luas, tidak hanya nasional, namun juga hingga ke mancanegara.
Imbauan tersebut disampaikan Wagub Erry usai menonton Film Luntang Lantung di Bioskop XII, Hermes Place, Jalan Mongonsidi, Medan, Senin (5/5/2014) malam. Hadir Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, producer film Luntang Lantung Novita Sumargo dan sejumlah aktor film Luntang Lantung dari Jakarta.
Erry percaya, Sumut memiliki sejumlah sineas muda berbakat yang memampu mengangkat realita sesungguhnya ke dalam layar lebar, dengan kemasan memadukan cerita romantic yang menginspirasi kepada sesuatua hal positif. Apalagi penggarapan dan syuting dilakukan di lokasi wisata di Sumut, tentu akan menjadi sarana promosi yang efektif.
“Tujuan utamanya adalam merangsang sineas tanah air bangkit berkarya. Tetapi seiring itu, film juga menjadi media promosi yang baik karena disampaikan dengan metode yang menyenangkan dan menghibur,” ujar Erry.
Erry juga meyakini, tiap cuplikan visual yang ditampilkan dalam sebuah film akan mengakar kuat dalam ingatan penonton, termasuk lokasi wisata yang menjadi tempat syuting.
“Film tidak hanya menghibur, tetapi juga harus menyusupkan informasi yang mendidik hal positif, menginspirasi dan sebagai sarana memperkenalkan sesuatu kepada khalayak penonton, baik itu berbentuk produk, jasa maupun lokasi wisata,” harap Erry.
Dalam kesempatan yang sama, Erry menyatakan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggarapan Film Luntang Lantung dengan durasi dua jam, karena telah mengangkat ciri khas Kota Medan dan Sumut ke layar lebar.
“Film ini mengingatkan kita pada film Naga Bonar. Sebab ada banyak dialek ciri khas Kota Medan digunakan dalam film ini. Selain itu, lokasi syutingnya sebagian besar dilakukan di Medan. Mudah-mudahan film ini bisa mempromosikan Sumut di kancah perfilman nasional bahkan internasional,” sebut Erry.
Producer film Luntang Lantung Novita Sumargo menampilkan Kota Medan dan Sumut apa adanya, tetapi sukses menghibur penonton. Film tersebut juga diharapkan dapat menembus pasar internasional. Dengan begitu, dunia akan mengetahui beberapa potensi wisata di Sumut.
“Bukan impian yang terlalu muluk, saya berharap ada sineas yang tertarik menggarap film dengan memilih destinasi wisata lain di Sumut seperti Nias, Pantai Cermin atau Brastagi,” harap Erry.
Plt Walikota Medan Dzulmi Erdin mengatakan hal senada. Selain memberikan dukungan, Eldin juga menyatakan film Luntang Lantung membuat warga Kota Medan bangga, apalagi dibintangi Lolox, artis lokal asal Medan yang terkenal melalui salah satu program satu televisi, Stand Up Comedy.
“Pemko Medan kedepan akan menyiapkan sineas-sineas lokal untuk bisa berkolaborasi dengan sineas kawakan untuk mencipatkan film berlatarbelaang ciri khas Kota Medan,” harap Eldin.
Eldin menilai film bergenre komedi romantis tersebut menyusupkan pesan moral yang baik dan mudah dicerna penoton awam, karena memberikan motovasi khususnya kepada anak muda dalam mencari pekerjaan. Alur cerita semakin menarik karena ditingkahi dengan kisah asmara.
Producer film Luntang Lantung Novita Sumargo sendiri mengaku memilih syuting di tiga lokasi yakni Kota Medan, Danau Toba dan Jakarta. Khusus untuk lokasi di wilayah Sumut karena terinspirasi dari film Laskar Pelangi yang mengambil syuting di Bangka Belitung.
“Film Laskar Pelangi sukses mengangkat daerah wisara di Bangka Belitung. Semoga film Luntang Lantung juga sukses mendongkrak wisata Sumut karena Kota Medan dan Danau Toba memiliki nilai jual wisata yang luar biasa. Itu menjadi salah satu alasan mengapa mempromosikan Kota Medan dan Danau Toba melalui dunia perfilman,” harap Novita.
Film Luntang Lantung mulai diproduksi MMA Pictures pada November hingga April 2013 lalu. Setelah diputar di Medan, film Luntang Lantung akan ditayangkan secara serentak di 84 bisokop di tanah air mulai 8 Mei 2014 mendatang. Tidak hanya itu, film Luntang Lantung akan ditayangkan di televisi nasional akhir tahun ini.
“Kami juga telah bekerjasama untuk penayangan di beberapa televisi di Asia dan Eropa. Harapannya, destinasi wisata Kota Medan dan Danau Toba mencuri perhatian dunia internasional,” harap Novita.
Novita menjelaskan, film Luntang Lantung mengangkat realita kehidupan sehari-hari di Kota Medan, Danau Toba dan Jakarta. Cerita bermula dari kisah tiga sahabat, Ari Budiman yang diperankan Dimas Anggara, Muhakly Acho diperankan Suketi dan Lolox sebagai Togar, yang baru menamatkan kuliah di Jakarta kemudian mencari pekerjaan hingga ke Kota Medan. Film ini juga dibumbui kisah cinta hingga mampu menarik perhatian kaum muda.
Ari Budiman yang akhirnya mendapat pekerjaan sebagai sales oli, kemudian merasa gengsi karena ia sarjana, apalagi tamatan universitas kenamaan di Jakarta. Ari lalu mencari pekerjaan lain. Akibat faktor keberuntungan, Ari diterima menjadi Manager IT di salah satu perusahaan besar, karena pihak kekeliruan dalam perekrutan. Ari memiliki kesamaan nama dengan calon pelamar lain. Setelah bekerja menjadi Manager IT, Ari tergoda dengan stafnya bernama Kimberly Ryder, seorang wanita matrealistis.
“Untuk membuat film ini berkualitas, MMA Pictures tidak hanya membuat alur ceritanya menarik, namun juga menyeleksi talent artis, sutradara, penata music, kamerawan dan crew film dipilih dengan sangat selektif,” jelas Novita.
Film ini sendiri diadopsi dari movel komedi Lontang Lantung karya Roy Syahputra dan disempurnakan oleh penulis 99 Cahaya Di Langit Eropa, Alim Sudio. Sejumlah artis membintangi film ini diataranya Dhea Seto, Joe (Project Pop), Dr Kim dan beberapa artis dari Stand Up Comedy seperti Ge Pamungkas dan Sole Solihun.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar