Kamis, 30 April 2026

PGRI Medan Usulkan Pelajaran Bahasa Inggris Jadi Muatan Lokal

Selasa, 22 April 2014 22:33 WIB
PGRI Medan Usulkan Pelajaran Bahasa Inggris Jadi Muatan Lokal
Ketua PGRI Medan Ramlan Tarigan menyerahkan draft perwal kepada Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S mendukung penuh usulan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan untuk menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) tentang penetapan mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran muatan lokal.

Pasalnya, mata pelajaran Bahasa Inggris saat ini masuk ekstrakurikuler sehingga berdampak kepada pembayaran tunjangan profesi guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) Negeri maupun Swasta yang telah memperoleh sertifikasi.

Hal ini terungkap ketika Plt Walikota didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Kadis Pendidikan Marasutan pada saat menerima kunjungan Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan beserta sejumlah pengurus lainnya di Balaikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (22/4/2014).

Untuk itu Eldin langsung menginstruksikan kepada Kadis Pendidikan Medan Marasutan membahasnya bersama PGRI dan Bagian Hukum Setda Kota Medan, termasuk melibatkan tim ahli sehingga perwal yang dihasilkan nanti sesuai kurikulum dan peraturan berlaku.

“Masukan dari PGRI harus segera ditindaklanjuti, sebab mata pelajaran Bahasa Inggris cukup penting untuk dipelajari mulai tingkat SD. Apalagi saat ini tidak sedikit TK yang sudah mengajarkan anak didiknya pelajaran Bahasa Inggris. Apalagi Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara dan pintu gerbang masuk wilayah barat Indonesia. Di samping itu juga untuk mendukung Medan sebagai Kota MICE dan mendukung program Visit Medan Year 2012. Jadi pelajaran Bahasa Inggris saya nilai cukup penting,” kata Eldin.

Selain mengefektifkan mata pelajaran Bahas Inggris di tingkat SD, Eldin juga meminta PGRI agar memikirkan kurikulum pelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan tingkatan SD menurut jenjang kelasnya. Di samping itu PGRI juga harus mengawasi seluruh guru Bahasa Inggris apakah mereka mengajarkan Bahasa Inggris dengan baik dan benar.

“Jangan lantaran dana sertifikasinya sudah cair karena terbitnya perwal, mereka tidak sungguh-sungguh mengajar,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan menjelaskan tujuan menemui Plt Walikota Medan untuk melaporkan kemungkinan tidak cairnya tunjangan profesi guru Bahasa Inggris yang telah mendapatkan sertifikasi karena tidak didukung perwal.

Jika perwal tidak selesai sampai pertengahan Mei 2014, maka guru pelajaran bahasa Inggris yang telah mendapatkan sertifikasi terancam tidak akan mendapatkan tunjangan prosesi selama 6 bulan akibat belum adanya perwal tersebut.

“Berdasarkan hasil kunjungan yang kami lakukan ke sejumlah dcaerah di Indonesia seperti Yogyakarta dan Bandung, tunjangan profesi guru Bahasa Inggris yang sudah mendapatkan sertifikasi bisa dicairkan jika ada perwal pendukungnya. Sebab, pelajaran bahasa Inggris saat ini tidak masuk muatan lokal lagi melainkan ekstrakurikuler. Untuk itulah kami berharap Bapak Plt Walikota untuk menerbitkan perwal,” kata Ramlan sambil menyerahkan draf contoh perwal yang diadopsi dari sejumlah daerah.

Ramlan berharap, penerbitan perwal ini akan membuat guru pelajaran Bahasa Inggris tingkat SD di Kota Medan yang saat ini berjumlah lebih kurang 600 orang bisa lebih tenang dalam mengajar. Di samping itu mereka lebih termotivasi dalam mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris kepada para siswa. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
DPRD Medan Minta Pemko Medan Buat Perda Lelang
Akomodir Tuntutan Buruh, Pemprov Sumut Layangkan Usulan Revisi PP 78
Medan Launching Buku Muatan Lokal Bahasa Inggris SD
Ketua DPRD Medan Tolak Usulan Perubahan Peruntukan Gedung Nasional
Kerap Merugi, DPRD Medan Usulkan BUMD Dibubarkan
DPRD Medan Resmi Usulkan Eldin Walikota Definitif
komentar
beritaTerbaru
hit tracker