Senin, 18 Mei 2026

Perbedaan Jangan Jadi Perpecahan

Selasa, 09 Juli 2013 00:09 WIB
Perbedaan Jangan Jadi Perpecahan
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin menghadiri acara rukyatul hilal untuk menetapkan awal Ramadhan 1434 H di Lantai 30 Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hijau, Medan, Senin (8/7/2013) petang. Dia berharap hasil yang diperoleh menjadi bahan pertimbangan terbaik bagi pemerintah pusat dalam menetapkan hari pertama puasa tahun ini.

Dalam sambutannya, Eldin mengatakan penetapan awal Ramadhan maupun 1 Syawal di Indonesia selalu menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyat. Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah. Sedangkan rukyat yakni aktifitas mengamati visidilitas hilal yakni penampakan bulan sabit yang terlihat pertama kali setelah terjadinya ijtimak.

Menurut Eldin, kedua metode ini sama-sama didasari interpretasi terhadap Al Quran maupun Hadits yang menjelaskan tentang tata cara memulai dan mengakhihiri puasa. Karenanya dari perbedaan yang dipakai berkemungkinan besar dapat melahirkan perbedaan keputusan. Apalagi dalam tahun-tahun terakhir, perbedaan awal Ramadhan dan awal Syawal menjadi problema tersendiri.

“Hari ini kita berkumpul di sini untuk melaksanakan rukyatul hilal guna memberikan gambaran kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan melakukan sidang istbat. Saya dan tentunya kita semua harus meyakini pelaksanaan rukyatul hilal oleh Badan Hisab dan Rukyat Kota Medan dengan metode yang tepat dan sesuai ketentuan berlaku,” kata Eldin.

Untuk itulah Eldin berharap, segala perbedaan yang ditimbulkan bukanlah menjadi pertentangan dari umat muslim, tidak ada yang salah dari metode-metode tersebut. Karena itulah dia mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan agar selalu menjaga tali silaturahim, saling menghargai setiap keputusan yang diambil dan tidak menjadikan perbedaan ini menjadi alat perpecahan. “Yang terpenting adalah menjalankan ibadah puasa dengan hati yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT,” harapnya.

Eldin selanjutnya atas nama pribadi dan Pemko Medan menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa 1434 H, mohon maaf lahir dan batin. Dia berharap puasa dijalankan dengan baik dan benar serta penuh keikhlasan sesuai yang diajarkan Agam Islam. “Sedangkan bagi saudara-saudara kita yang tidak melaksanakannya agar bisa menjaga dan menghormatinya,” pesannya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Iwan Zulhami dalam laporannya mengatakan, penentuan shalat dan awal Ramadhan sangat erat kaitannya dengan peredaran matahari. Puasa Ramadhan merupakan suatu kewajiban umat Islam yang mempunyai batas waktu (wajib muqoyyad) dan begitu juga masuknya awal Syawal dan 10 Dzulhijah. Untuk menetapkannya melalui dua metode yakni hisab dan rukyat.

“Dalam penetapan rukyatul hilal, selain untuk melaporkan posisi hilal di Kota Medan, maka dipandang perlu mengadakan rukhyat hilal di Kota Medan sebagai upaya untuk bahan masukan bagi Tim Istbat Pusat dalam penetapan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” jelas Iwan.

Iwan menjelaskan, tujuan rukyatul hilal ini dilakukan agar umat Islam lebih tenang beribadah, khususnya pelaksanaan puasa Ramadhan dan Idul Fitri. Kemudian agar dapat diketahui lebih jelas tentang posisi hilal di Kota Medan dalam penetapan awal Ramadhan. “Selain itu untuk memupuk kebersamaan dalam membina ukhuwah Islamiyah. Serta sebagai bahan dalam penetapan Istbat Nasional di Jakarta,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam menyikapi kemungkinan terjadinya perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan 1434 H, Iwan berharap seluruh umat Islam di Kota Medan tetap menjaga keutuhan dan kerukunan antar umat beragama, terutama umat Islam. “Jadikanlah perbedaan itu sebagai satu kebersamaan kita dalam melaksanakan ibadah puasa,” harapnya.

Tak lupa Iwan mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu tentang adanya perbedaan ini. Sebab, perbedaan itu juga merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada seluruh umat Islam. Sedangkan kepada para remaja, Iwan minta agar tidak terlibat dalam geng-geng motor dan asmara subuh. “Marilah kita jaga kesucian bulan Ramadhan dengan meningkatkan amal ibadah,” ajaknya.

Acara rukyatul hilal ini turut dihadiri Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis, Ketua MUI Kota Medan M Hatta,  Ridwan Kamil dari BMKG Medan Tuntungan, Organisasi Keagamaan Kota Medan seperti Nahdlatul Ulama, Al Washliyah, Muhammadiyah, Ittihadiyah, BKPRMI, KUA se Kota Medan dan Musin Ritonga dari Pengadilan Agama Medan. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
200 Karateka Siap Bertarung Perebutkan Piala Dzulmi Eldin
Pengurus BNKP: Eldin Sosok Pemimpin Teruji
Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution Nomor 1, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma Nomor 2
Rahasia Membangun Medan Ada di Tangan Eldin
Nasdem Usung Eldin-Ahyar di Pilkada Medan
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin Pimpin Apel Terakhir
komentar
beritaTerbaru
hit tracker