Senin, 20 April 2026

Ratusan Buruh Geruduk Kantor Walikota Medan

Senin, 01 April 2013 22:07 WIB
Ratusan Buruh Geruduk Kantor Walikota Medan
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Sekitar 500 massa dari DPC Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Kota Medan menggeruduk Kantor Walikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara, Senin (01/04/2013). Mereka menuntut Walikota menertibkan perusahaan yang menggunakan tenaga outsourcing sesuka hati dan mengevaluasi pejabat pengawasan Dinas Tenaga Kerja.

Ketua DPC SBSI 1992 Kota Medan Adijon Sitanggang, dalam pernyataan yang dibacakan dalam aksi unjuk rasa itu mengatakan, di Kota Medan banyak perusahaan raksasa yang tidak menaati peraturan tentang penggunaan tenaga kerja outsourcing. Hampir semua pekerja di perusahaan itu berstatus outsourcing.

“Padahal sesuai peraturan, pekerja yang menyangkut kegiatan utama industri atau produksi tidak dibenarkan berstatus outsourcing. Tapi di perusahaan di Medan ini, semua pekerjanya berstatus itu. Kami minta Walikota Medan menindaknya, sebab kami sudah tak percaya lagi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker),” katanya.

Dia menyebutkan, dalam Permenakertran No 19 Tahun 2012, pembatasan jenis kegiatan jasa penunjang menetapkan lima macam kegiatan jasa penunjang, antara lain usaha pelayanan kebersihan, penyediaan makanan, usaha satuan pengamanan, jasa penunjang pertambangan dan perminyakan dan usaha penyediaan angkutan bagi pekerja. “Tapi di lapangan pekerjaan yang dikerjakan buruh adalah pekerjaan utama. Tapi status kami adalah outsourcing. Ini tidak terawasi oleh Disnaker, mereka tahu soal ini, tapi tidak ditindak,” bebernya.

Sitanggang juga menyebutkan sejumlah nama perusahaan seperti PT Jaya Beton, PT Industri Karet Deli, Growth Sumatera dan banyak perusahaan lain yang mayoritas beroperasi di kawasan industri Medan. Bahkan kata dia, ada pula perusahaan yang memberikan slip gaji Rp1.250.000 tapi yang diterima karyawan itu hanya Rp800.000.

“Ini merupakan kelucuan dunia tenaga kerja di Medan. Tapi tidak pernah ada tindakan dari aparatnya. Kami minta Walikota Medan Rahudman Harahap turun tangan, jangan diam saja,” ungkapnya.

Dalam unjukrasa itu massa menolak bertemu dengan pihak Disnaker. Kepala Disnaker Medan Syarif Armansyah Lubis hanya berdiri di dalam halaman dan tidak menemui massa. Asisten Pemerintahan Pemko Medan Musaddad dan Asisten Umum Pemko Medan Ikhwan Habibi Daulay, pun turun menerima buruh.

Dalam tanggapannya, Musaddad, menegaskan pihaknya akan segera menyampaikan tuntutan massa ini pada Walikota Medan. Pada prinsipnya kata dia, apa yang disampaikan massa buruh merupakan masukan yang sangat baik untuk pelayanan Pemko Medan pada masyarakatnya. “Tuntutan saudara-saudara, sangat baik. Ini tentu akan ditindaklanjuti dan akan kami panggil instansi terkait untuk menuntaskan ini,” terangnya.

Mengenai pengawasan dari Disnaker yang lemah, Musaddad pun tidak menampiknya. Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan ini, menegaskan akan menjadikan masukan para buruh itu sebagai bahan evaluasi. “Nanti kita lihat dulu persoalannya. Karena Walikota Medan, sangat intens menangani masalah buruh ini. Jadi Disnaker juga harusnya maksimal,” pungkasnya.

Sementara Kepala Disnaker Medan Syarif Armansyah yang ditanyai wartawan mengakui soal tuntutan massa tersebut. “Kemarin, sudah saya telepon supaya jangan datang orang ini. Tapi datang juga,” katanya. 

Setelah tuntutannya ditanggapi, massa kemudian bergerak ke DPRD Medan untuk bertemu menyampaikan aspirasinya ke Komisi B DPRD Medan. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur
Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai
Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo
Kongres VI Demokrat Bakal Pilih Ketum hingga Pengisi Posisi Bendum
Bentangkan Bendera Raksasa, Berikut 13 Tututan Demonstran 'Indonesia Gelap'
komentar
beritaTerbaru
hit tracker