Jumat, 17 Juli 2026

Prof Didik J Rachbini Resmi Dilantik Sebagai Rektor Universitas Paramadina

Kamis, 20 Mei 2021 18:00 WIB
Prof Didik J Rachbini Resmi Dilantik Sebagai Rektor Universitas Paramadina
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Prof Didik Junaidi Rachbini resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2021-2025 di Universitas Paramadina Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (20/05/2021).

Dalam konferensi pers, Didik menyampaikan tiga hal penting yang akan dilakukannya setelah dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina. Yang pertama, dia akan menanggapi aspirasi dari Yayasan Wakaf Paramadina mengenai masalah dasar yang harus diselesaikan, seperti paling tidaknya 50 persen seluruh fakultas dan jurusan harus terakreditasi A. Katanya, itu akan menentukan dosen, mahasiswa kurikulum dan sebagainya.

"Ada 3 hal yang saya sampaikan pada pidato pelantikan tadi, yang pertama saya menanggapi keinginan, aspirasi, kehendak, kemauan yayasan agar masalah-masalah dasar diselesaikan. Akreditasi itu paling tidak 50 persen harus A, sekarang sudah ada dua. Itu harus kita kejar, karena menentukan dosen, mahasiswa, kurikulum, alumni dan seterusnya," ungkap Didik melalui siaran pers, Kamis (20/05/2021).

Baca Juga:

Baca Juga : Masuk Pemeringkatan THE Impact Rankings 2021, Rektor USU : Ini Titik Awal Raih Pengakuan Standarisasi Internasional

Yang kedua, dia menyampaikan tata kelola keuangan di kampus Paramadina harus baik. Menurutnya masih ada catatan yang perlu diperbaiki pada sistem pengelolaan keuangan di Universitas Paramadina. Ketiga, yaitu pengembangan kampus. Dia akan mengembangkan tanah yang dimiliki oleh Yayasan Paramadina di daerah Jakarta Timur dan Cikarang, Jawa Barat.

Baca Juga:

[br] "Yang kedua tata kelola keuangan, manajemen harus baik, karena diauditnya masih ada catatan, itu harus baik. Saya minta nanti teman-teman di pasca manajemen harus mempraktikkan ilmunya bahwa manajemen tata kelola harus baik. Dan ketiga pengembangan kampus, kita punya tanah yang luas di Jakarta Timur nanti akan kita kembangkan dan kita punya juga tanah di Cikarang akan kita kembangkan," katanya.

Selain itu, Prof Didik juga menjelaskan bahwa Paramadina bukan hanya sekedar organisasi atau tempat belajar mengajar, akan tetapi merupakan sebuah gerakan masyarakat sipil untuk memajukan ke-Indonesiaan dan ke-Islaman. Menurutnya, itu adalah cita-cita sekelompok orang seperti Nurcholish Madjid, Utomo Dananjaya, Dawam Rahardjo, Komarudin Hidayat, Nasaruddin Umar dan Azyumardi Azra yang ingin menyatukan antara arus Islam modern dan tradisional serta global yang modern.

"Paramadina itu bukan sekedar organisasi belajar mengajar universitas, sekolah, prodi, fakultas, jurusan, tapi Paramadina ini juga sebuah gerakan masyarakat civil society, masyarakat madani dan ini cita-cita kelompok orang yang dipimpin oleh Nurcholish Madjid, ada Utomo Dananjaya, ada Dawam Rahardjo, ada Komarudin Hidayat, ada Nasaruddin Umar, ada Azyumardi Azra yang kelompok orang ini ingin memajukan ke-Indonesiaan dan ke-Islaman. Tidak boleh dipecah antara arus Islam modern dan tradisional serta global yang modern, itu bisa menyatu dan bergerak, itu yang disebut neo medernisme," tutup Didik. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa
Universitas Paramadina Gelar Paramadina Leaders Camp untuk Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa
Kuliah Kebangsaan Anies Baswedan "Lentera Demokrasi Jalan Menuju Keadilan Sosial"
Polri Bentuk Direktorat Siber, Polda Sumut: Antisipasi Kejahatan Siber dan Hoaks
Jusuf Kalla: Bangsa Indonesia Butuh Cendekiawan, Pemimpin dan Entrepreneur Terbaik
Wakil Gubernur Sumut Berharap UMN Al Washliyah Mampu Bersaing di Bawah Kepemimpinan Rektor Baru
komentar
beritaTerbaru
hit tracker