Minggu, 26 April 2026

Prof Herbert Sipahutar dari UNIMED Berikan Solusi Air Bersih ke Masyarakat Kampung Kolam

Rabu, 11 September 2019 17:10 WIB
Prof Herbert Sipahutar dari UNIMED Berikan Solusi Air Bersih ke Masyarakat Kampung Kolam
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerataan akses air bersih dan layak minum merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa capaian akses air bersih saat ini di Indonesia 72,55 %. Angka ini masih di bawah target Sustainable Development Goals (SDGs) yakni sebesar 100 persen. Menekan hal tersebut, Profesor Jurusan Biologi dari Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof Herbert Sipahutar MS PhD, melakukan Kerja Nyata di masyarakat sekitaran kampus.
 
Prof Herbert melakukan aksi pemenuhan kebutuhan air bersih dengan konsep penyaringan dengan teknologi nano partikel yang diberikan langsung kepada masyarakat di Desa Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (11/09/2012). Kegiatan yang dibuka dengan penyerahan seperangkat system pengolahan air bersih, mulai dari proses pengelolaan air tanah, hingga sampai menjadi air layak konsumsi.
 
"Kegiatan ini bermula dari riset yang dilakukan oleh peneliti Unimed, didapatkan hasil bahwa air di kawasan Percut Unimed tidak memenuhi Baku Mutu sebagai air yang layak dikonsumsi. Hal ini ternyata menjadi bagian dengan kondisi Air yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, kampus merasa terpanggil untuk memberikan solusi nyata untuk mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat akan kebutuhan air bersih," terang Prof Herbert Sipahutar MS PhD, melalui siaran pers, Rabu (11/09/2019).
 
Dijelaskan Prof Herbert, konsepnya air sumur yang biasa dipergunakan warga itu disaring dengan menggunakan teknologi nano. "Sehingga hasilnya mendapatkan air bersih. Untuk memastikan sterilitas air kita tidak gunakan kaporit, karena biasanya masyarakat tidak suka air yang beraroma sehingga kita ganti dengan teknologi sinar ultra Violet (UV),” papar Guru Besar yang lama kuliah di Prancis ini.
 
Didampingi anggota tim Prof Dr Makmur Sirait MS dan Anggraini SE MSi, Prof Hebert menambahkan kegiatan ini tidak dilakukan secara dadakan. "Kita melalui proses yang panjang mulai dari riset sampai di beberapa lokasi kita berikan sistem penyaringan ini. Diantaranya di rumah Ibadah dan kelompok rumah tangga dan kelompok Usaha masyarakat. Sudah ada beberapa titik lokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan ini yang kita lakukan penyaringan air tanah, bahkan di musholah Al –Ikhlas saat ini sudah menjual air galon langsung minum yang sudah dapat dinikmati masyarakat dan menjadi income generate bagi Musholah,” sebut Wakil Dekan I FMIPA UNIMED ini.
 
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Trisni mengungkapkan terima kasih kepada pihak kampus yang mau turun langsung menyahuti permasalahan warga. Karena air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat, apalagi para pelaku usaha kuliner. "Selama ini kami tidak mengetahui bahwa air yang kami gunakan banyak kandungan logam, Detergen serta aroma lumpur, dalam waktu lama dapat merusak kesehatan. Dengan diberikannya alat penyaring outomatis ini air yang biasanya keruh langsung bersih dan tidak berbau sehingga konsumen yang awalnya ragu-ragu menjadi percaya dengan kebersihan produk kami,” ungkap pengusaha tahu "Mbak Trisni”. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Komisaris Pertamina Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Deli Serdang
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Sistem Sanitasi Barengkok, Mahasiswa UPER Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga
Warga Keluhkan Air Bersih, Gubernur Sumut Bobby Nasution Pertemukan Plt Dirut Tirtanadi
Pj Sekda Medan Ajak Pengurus GKPI Air Bersih Mendoktrin Bahaya Narkoba kepada Pemuda-Pemudi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker