Minggu, 19 April 2026

Minta Masukan Masalah Pendidikan, Komisi X DPR RI Kunker ke Unimed

Minggu, 03 Februari 2019 07:15 WIB
Minta Masukan Masalah Pendidikan, Komisi X DPR RI Kunker ke Unimed
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Universitas Negeri Medan (Unimed) dengan tujuan menyerap masukan seputar masalah pendidik dan tenaga kependidikan. Pertemuan antara Komisi X dengan stakeholder pendidikan dilakukan di Ruang Sidang A Gedung Pusat Administrasi Universitas Negeri Medan, Selasa (29/1).
 
Turut hadir pada acara tersebut Rektor Unimed, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Unimed, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pemprovsu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Dewan Pendidikan Provinsi Sumut, Dewan Pendidikan Kota Medan, Ketua PGRI, Ketua FSGI, Ketua IGI, Ketua LPMP, Perwakilan Komite Sekolah dari beberapa satuan pendidikan di Provinsi Sumut, Ketua ISPI dan Perwakil lembaga pendidikan non formal dan informal.
 
Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi X DPR-RI Dr Ir Djoko Udjianto MM mengatakan bahwa tujuan kedatangan pihaknya yakni untuk meminta masukan dan mendengar pendapat dari Unimed sebagai LPTK bersama penyelenggara pendidikan di Sumut mengenai permasalahan pendidik dan tenaga kependidikan di Sumut. "Hasil dari pertemuan ini nantinya akan dibahas dalam sidang paripurna III di DPR RI Komisi X tahun 2018-2019," ujar Djoko seperti dilansir dari laman unimed.ac.id, Minggu (03/02/2019).
 
Sementara itu, Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd menjelaskan, permasalahan klasik pendidikan adalah kualitas guru yang rendah, pendistribusian guru yang tidak merata, guru yang tidak sesuai dengan bidangnya. Begitu permasalahan guru diselesaikan maka 75% persoalan pendidikan di Indonesia terselesaikan. Caranya dengan meningkatkan standart kompetensi guru, konten pendidikan, proses belajar mengajar, penilaian/evaluasi pendidikan, pengelolaan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan guru sesuai dengan kinerjanya.
 
“Saya mengusulkan adanya terobosan untuk membangun sistem perencanaan guru terintegrasi berbasis digital, sehingga kita mendapatkan kebutuhan dan kompetensi guru yang riil. Dari data tersebut pendistribusian guru bisa merata. Kita harus mulai benahi permasalahan mulai dari hulunya, sehingga pendidikan memiliki standar dan kompetensi lulusannya sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof Syawal.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Kapolres Pematangsiantar Kunjungi Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus
komentar
beritaTerbaru
hit tracker