Selasa, 14 Juli 2026

Rektor Unimed:Penelitian dan Pengabdian harus menjadi Solusi Permasalahan Rakyat

Rabu, 15 Maret 2017 22:35 WIB
Rektor Unimed:Penelitian dan Pengabdian harus menjadi Solusi Permasalahan Rakyat
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penelitian dan Pengabdian yang dilaksankan oleh dosen harus menjadi solusi yang konkrit bagi permasalahan yang ada di masyarakat, dari riset-riset yang dilakukan oleh peneliti yang dikembangkan akan menjadi sebuah luaran yang dapat dipergunakan oleh masyarakat sebagai sebuah pengabdian dan dapat menjadi produk yang dibuat secara masal.
 
Hal ini diungkapkan oleh Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd di sela-sela acara coaching clinic bimbingan teknis penyusunan proposal pengadian kepada masyarakat kepada dosen dan pengelola jurnal se-lingkungan Unimed di lt. IV Digital Library, Rabu (15/03/2017), yang dilaksankan Oleh Lembaga Pengadian Masyarakat (LPM Unimed) gelar.
 
Turut hadir Pemateri dari Reviewer Nasional Direktorat Riset dan Pengadian Masyarakat Kemristekdikti Dr Suparni Setyowati Rahayu MSi, Wakil Rektor II Dr Restu MSi, Wakil Rektor III Prof Dr Sahat Siagian MPd, Ketua LPM Dr Kustoro Budiarta ME, Dekan FMIPA Dr Asrin Lubis MPd, Dekan FBS Dr Isda Pramuniati MHum, Dekan FIS Dra Nurmala Berutu MPd dan ratusan Dosen se-lingkungan Unimed.
 
"Kita berharap kegiatan coaching clinic yang digelar LPM Unimed ini dapat memicu semangat bapak/ibu dosen Unimed untuk lebih peduli terhadap kebutuhan fundamental masyarakat di Sumatera Utara. Ide-ide kreatif yang dapat kita angkat ke dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat bisa kita lakukan dengan baik. Kemudian tahun 2017 ini dosen Unimed yang dapat hibah nasional pengabdian pada masyarakat bisameningkat. Tidak hanya meningkatkan yang kita kejar, akan tetapi juga kebermanfaatan kegiatan pengabdian tersebut untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Sumatera Utara," papar Rektor.
 
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua LPM Dr Kustoro mengatakan Kegiatan Bimtek 2017 merupakan kegiatan rutin yang dilakukan LPM sebagai kontributor utama dalam program PPM tingkat nasional. Difokuskan pada pengadian masyarakat karena melihat kebutuhan dan motivasi dosen secara operasional belum semua diapresiasi. 
 
"Kita melihat proposal tahun 2016 Unimed yang diajukan 168 proposal, hanya 41 proposal yang diterima. Untuk itu kita perlu bimbingan teknis lebih lanjut dengan mendatangkan viewer nasional dari Kemristekdikti.Semoga tahun 2017 ini dapat lebih banyak lolos dan diterima. Walaupun terjadi penurunan secara nasional posisi Unimed menduduki peringkat 7 nasional di bawah UNDIP dan Unibraw," jelasnya.
 
Dr Suparni Setyowati Rahayu MSi menambahkan, kesalahan umum proposal biasanya terjadi karena administrasi tidak patuh pada pedoman, tujuan salah kamar/luaran tidak sesuai skema, substantif roadmap, metode, teori tidak logis dan sering pengulangan, pelanggaran etika dan taktik dan lainnya. 
 
Untuk pengajuan pendanaan tahun 2017 ada 11.068 proposal pengajuan tapi hanya 2887 proposal yang diterima dan didanai. Unimed sendiri hanya 41 proposal yang lolos dan didanai. "Untuk itu, perlu diperhatian untuk pengajuan proposal berikutnya, tidak ada salahnya jika direview terlebih dahulu sebelum dikirim, sehingga besar kemungkinan pengajuan akan lolos dan diterima," jelas Dr Suparni. (Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa
Pemprov Sumut Dorong PADU Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan
PKM Unimed Kembangkan Usaha Menjahit Rumahan Berbasis Rental Busana
komentar
beritaTerbaru
hit tracker