Selasa, 13 Januari 2026

YPI, NSYTCM dan SMA Negeri 14 Medan Gelar Diskusi Kawasan Tanpa Rokok

Senin, 25 Oktober 2021 19:00 WIB
YPI, NSYTCM dan SMA Negeri 14 Medan Gelar Diskusi Kawasan Tanpa Rokok
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan Nort Sumatera Youth Tobaco Control Movemen (NSYTCM) menggelar diskusi bersama siswa SMA Negeri 14 Medan melalui zoom meeting, akhir pekan kemarin.Diskusi tersebut membahas sarana pendidikan yang menjadi salah satu sektor dari tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah ditetapkan pemerintah.

Koordinator Program Tobaco Control YPI Elisabet mengatakan, bahwa kawasan bebas rokok tak hanya bebas dari orang merokok saja, tetapi sebenarnya termasuk larangan jual beli rokok dan iklan sponsor rokok di seputaran sekolah."Sosialisasi bahaya asap rokok dan penerapan Perda KTR Pemko Medan akan terus digaungkan YPI untuk menyelamatkan kesehatan anak dari zat beracun pada rokok. Sebab, saat ini prevalensi perokok anak dari tahun ke tahun mengalami peningkatan," ungkapnya.

Baca Juga : Tak Puas Datangi Lurah dan Camat, Warga Geruduk Kantor Walikota Medan, Minta Non Aktifkan Kepling I Kelurahan Pulo Brayan Kota

Melalui diskusi kali ini, dia mengajak siswa SMA Negeri 14 untuk ikut ambil andil sebagai agen perubahan atau menjadi pemuda penggerak.Zulkadri salah seorang narasumber yang merupakan alumni SMA 14 Medan menambahkan, bahwa anak dan remaja memang merupakan target bagi perusahaan rokok.

Baca Juga:

Menurutnya, remaja harus berani menjadi agen perubahan dan mengajak orang lain juga."Kakak percaya, adik-adik osis yang hadir ini adalah orang yang kritis. Harus berani mengatakan yang sebenarnya," terangnya.

[br] Dalam kesempatan ini, moderator acara Khairul Sipahutar memperkenalkan aplikasi pantau KTR. Sebuah cara untuk memperkuat implementasi Perda KTR di Kota Medan."Data terakhir Kementerian Kesehatan untuk prevalensi perokok anak sudah mencapai 9 persen," jelasnya.

Para anggota Osis terlihat antusias bertanya dan menyampaikan pendapatnya, Rivai mengaku pernah disuruh orang tuanya untuk membeli rokok, tapi dia tidak menolak karena takut durhaka.

Siswa lainnya, Rafli juga meminta saran, bagaimana caranya menolak ajakan teman untuk merokok. Narasumber menjawab, agar tidak perlu takut menolak, dengan menguatkan komitmen dan bila perlu bisa mengajak ke arah yang lebih baik."Karena rokok sangat berbahaya bagi pelajar salah satunya bisa menurunkan motivasi belajar," tambah Zulkadri.

Diakui siswa SMA Negeri 14 Medan bahwa sekolah mereka sudah menerapkan KTR. Akan tetapi di sekitar sekolah mereka, masih ada warung penjual rokok, masih ada spanduk iklan rokok serta masih ada orangtua yang mengantar siswa tetapi merokok di pintu gerbang.(BS09)

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Wuling Meniagakan Darion ‘Evolving Family Moments’ di Medan, Tersedia Pilihan EV dan PHEV
Bakamla RI Tangkap Kapal Kayu Bermuatan Rokok Ilegal 200 Ball di Perairan Tembilahan
Presiden Prabowo Luncurkan Katalog Elektronik Versi 6.0, Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi
Tri Sukseskan Kompetisi E-Sport di PON XXI Aceh-Sumut, Dongkrak Prestasi Atlet Lokal dari Sumut
Pembakar Ruko di Percut Sei Tuan Ternyata Maling Rokok
 Pj Bupati Langkat Buka Bimbingan Teknis Aplikasi Srikandi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker