Jumat, 24 April 2026

RS Martha Friska Berhenti Jadi RS Rujukan Covid-19, Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan Nakes Akan Tetap Bekerja

Selasa, 04 Mei 2021 19:30 WIB
RS Martha Friska Berhenti Jadi RS Rujukan Covid-19, Gubernur Edy Rahmayadi Pastikan Nakes Akan Tetap Bekerja
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Rumah Sakit (RS) Martha Friska resmi berhenti menjadi RS rujukan pemerintah untuk penanganan pasien Covid-19. Rumah sakit yang berada di Jalan Multatuli No.1, Kota Medan ini akan dikembalikan fungsinya sebagai Rumah Sakit Umum.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjadikan RS Martha Friska menjadi RS rujukan Covid-19 mulai April 2020. Sejak saat itu, RS yang memiliki 110 ruangan isolasi tersebut telah mempekerjakan kurang lebih 220 tenaga medis. Namun sekarang, RS tersebut akan berhenti beroperasi sebagai RS rujukan Covid-19 dan akan kembali menjadi RS Umum Swasta.

Walau RS Martha Friska tidak lagi menjadi RS rujukan Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memastikan tenaga kesehatan (Nakes) yang selama ini bertugas di RS ini akan tetap bekerja. Menurutnya, para Nakes tersebut merupakan pahlawan di masa pandemi Covid-19 yang harus dihargai jasanya.

Baca Juga:

Baca Juga : RS Martha Friska dan RS GL Tobing Sudah Beroperasi Optimal Tangani Pasien Covid-19

“Saya tidak akan lupakan pengabdian kalian semua, saya sangat mengapresiasi keberadaan kalian. Saya pastikan kalian akan tetap bekerja setelah ini. Kita akan sebar di rumah sakit-rumah sakit yang ada. Intinya, kalian akan tetap bekerja,” kata Edy Rahmayadi, di depan ratusan tenaga medis di halaman RS Martha Friska, Selasa (04/05/2021).

Baca Juga:

[br] Sampai hari ini, ketersediaan tempat tidur (Bed Occupancy Rate) untuk perawatan pasien Covid-19 di Sumut masih di angka 64%. Selain itu, tren kasus penyebaran Covid-19 di Sumut beberapa hari terakhir menurun. Rata-rata per minggu (26 April â€" 2 Mei) 64 kasus per hari, dibanding minggu sebelumnya (18-24 April) 66 kasus per hari.

“Kita tentu masih butuh RS Martha Friska, tetapi tentu karena kita meminjam kita harus mengembalikannya ketika diminta pemiliknya. Per hari ini (Selasa) dia berhenti beroperasi untuk penanganan Covid-19 dan pasien sudah kita pindahkan ke RS Haji Medan, Royal Prima, Murni Teguh, Adam Malik dan GL Tobing,” kata Edy Rahmayadi.

Usai meninjau RS Martha Friska, Edy Rahmayadi bersama rombongan bergerak ke RSU Haji Medan, di Jalan Rumah Sakit Haji No.47, Deli Serdang. RSU Haji saat ini sedang disiapkan untuk menjadi RS rujukan pasien Covid-19 khusus ibu dan anak. “Di sini ada sembilan ruangan yang bisa digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 khusus untuk ibu dan anak. Kesiapannya sudah bagus,” tambah Edy, di RSU Haji Medan.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di RS Martha Friska Meninggal Dunia, Polsek Patumbak Bantu Pemakaman Jenazah di TPU

Sementara itu, Direktur RS Martha Friska Fransiscus Ginting mengatakan, sebanyak 220 tenaga kesehatan di RS Martha Friska saat ini didominasi perawat 110 orang, kemudian dokter spesialis, apoteker, petugas laboratorium, kebersihan dan lainnya. Dia berharap RS Martha Friska bisa segera beroperasi kembali dan membantu pemerintah menyehatkan masyarakat Sumut.

“Paling banyak itu perawat, ada juga dokter spesialis, petugas lab, apoteker, petugas kebersihan dan lainnya. Kita berharap RS kami bisa segera beroperasi dan membantu pemerintah meningkatkan kesehatan masyarakat Sumut,” kata Ginting. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional
Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan
Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur
Hari Pertama Ngantor, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Tugas Pemerintah Melayani Masyarakat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker