Kamis, 14 Mei 2026

Sudah Divaksin, Wapres Ajak Penduduk Lansia Lakukan Vaksinasi

Kamis, 18 Februari 2021 13:00 WIB
Sudah Divaksin, Wapres Ajak Penduduk Lansia Lakukan Vaksinasi
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengajak masyarakat khususnya kelompok lanjut usia (lansia) agar tidak ragu melakukan vaksinasi sebagai upaya bersama untuk mengatasi pandemi COVID-19. Hal tersebut disampaikannya usai menerima vaksin COVID-19 dosis pertama, Rabu (17/02/2021), di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta.

“Alhamdulillah saya sudah divaksin. Tidak sakit, tidak ada rasa pusing, biasa-biasa saja. Oleh karena itu, saya ajak semua yang usianya sudah cukup lanjut untuk melakukan vaksinasi. Ini insyaallah tidak menimbulkan efek apa-apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Vaksin CoronaVac keluaran Sinovac yang dipergunakan pada vaksinasi COVID-19 di Indonesia tersebut telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization bagi kelompok usia 60 tahun ke atas. Izin tersebut diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tanggal 5 Februari silam.

Wapres menyampaikan, untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity diperlukan vaksinasi pada 70 persen dari total penduduk Indonesia. Untuk itu, sebelum mencapai herd immunity, vaksinasi masih menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat.

“Menjaga dari pada penyakit itu hukumnya wajib. Itu fardu kifayah, artinya kalau belum tercapai itu (kekebalan komunal), dia belum hilang kewajibannya,” terangnya.

Oleh sebab itu, Wapres mengharapkan masyarakat dapat mendukung pelaksanaan vaksinasi sebagai upaya Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bebas pandemi COVID-19.

“Karena itu, saya mengajak semua untuk bersama-sama supaya kita kebal menghadapi COVID-19. Insyaallah bangsa kita aman dan terbebas dari bahaya COVID-19,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkapkan bahwa program vaksinasi untuk kaum lansia merupakan program strategis, karena sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat berusia rentan.

“Memberikan vaksin kepada lansia berarti melindungi kelompok yang relatif rentan terhadap COVID-19, di samping para tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Dan Wapres adalah salah satu kelompok lansia dengan usia di atas 70 tahun. Wapres telah memberikan contoh kepada kita semua untuk bersedia divaksin,” ungkap Doni.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tahap vaksinasi kepada lansia merupakan target pemerintah setelah melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan. Budi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wapres yang telah bersedia untuk divaksin dan dapat menjadi contoh bagi para lansia Indonesia.

“Pak Wapres memberikan contoh yang sangat baik dari para lansia Indonesia. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh para senior-senior kita di seluruh Indonesia. Sekali lagi, terima kasih Pak Wapres semoga sehat selalu,” ujarnya.

Sementara itu, vaksinator Dwi Edi Wahono dari Tim Dokter Kepresidenan mengungkapkan kebanggaannya dalam melayani vaksinasi untuk Wapres. Ia turut mendoakan agar Wapres dapat diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan tanggung jawab pekerjaannya dengan baik.

“Agak grogi, tapi saya bangga sekali dipercaya untuk melayani Bapak (Wapres) melakukan vaksinasi. Apalagi ini kelompok lansia yang sangat rentan dengan infeksi virus corona dan harus kita lindungi bersama. Semoga Bapak selalu sehat menjalankan tugas pokok, tanggung jawab, dan fungsinya sehari-hari,” ucap Dwi.(rel)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Genjot Vaksin Booster Kedua, Pengamat: Penting untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
 Sebanyak 15.804 Warga Medan Telah Divaksin Booster Kedua
Pemko Medan Gencarkan Pelaksanaan Vaksinasi Booster ke-2 Covid-19
 Kasus Aktif Covid-19 Sumut 723 Orang, Vaksinasi Booster Tahap Kedua Capai 35,13 Persen
Pemerintah Akan Gunakan Vaksin COVID-19 Sinovac Sebagai Booster
Tinjau Vaksinasi dan Penangkaran Mutiara di Malra, Pangdam Pattimura Berharap Tingkat Ekonomi Masyarakat Meningkat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker