Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Trust (kepercayaan) serta etos kerja untuk dapat berkembang saat ini sangat dibutuhkan dalam dunia medis, khususnya di Kota Medan. Jika tidak, dunia medis di Medan akan semakin tertinggal dari negara lain.Hal tersebut dikatakan Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumatera Utara (Sumut) Azwan Hakmi Lubis, Jumat (02/03/2018).
"Kurangnya kita ini ada di trust, lalu etos kerja. Kita ini senangnya santai, padahal kalau dipaksa kerja pasti hebat dan jago. Buktinya kita sudah terakreditasi, itu kan sebetulnya sudah hebat," ungkap Azwan.
Azwan mengungkapkan, jika sekarang ini dunia medis secara global sudah semakin cepat, terbuka, murah, dan terjangkau. Bila hal ini tidak dapat diikuti, maka dipastikan akan ketinggalan."Secara global sudah minta begitu. Jadi kalau kita masih lambat, masih tidak terbuka, masih tidak murah, maka akan ketinggalan," jelasnya.
Seperti halnya dengan keberadaan pekerja sosial di rumah sakit. Azwan menjelaskan, keberadaannya harusnya dapat dimaksimalkan dengan baik. Sehingga dengan keberadaan tersebut, dapat banyak membantu pasien yang membutuhkan ataupun yang sedang mengalami masalah untuk di advokasi."Di kita pun sebetulnya pekerja sosial itu ada. Mereka semacam NGO yang tugasnya membantu yang sakit, sebagaimana yang ada di Penang," sebutnya.
Namun yang menjadi persoalan, tutur Azwan, ialah bagaimana halnya dengan mendanainya. Sebab, meskipun di Kota Medan ini banyak orang kaya, tapi karena kurangnya trust, mereka menjadi enggan memberikan dana sosialnya."Malah ada yayasan yang justru lebih memilih memberikan dana sosialnya itu keluar negeri. Sebab ia lebih yakin duit yang diberikannya itu tidak akan digunakan untuk hal yang macam-macam," imbuhnya.
Begitupun dengan fasilitas bagi keluarga pasien. Menurut Azwan, di Kota Medan seperti di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, juga telah memiliki flat-flat di lingkungan rumah sakit untuk tempat tinggal sementara keluarga pasien. Hanya saja, jalurnya belum semudah seperti negara yang layanan dunia medisnya lebih maju.
"Jadi keluarga pasien meski tidak dapat masuk selain jam besuk, tetapi bila dalam keadaan gawat atau pasien perlu dampingan keluarga dapat di bel dengan cepat. Tapi sebetulnya, fasilitas kita memang sudah mulai mengarah kearah sana," tutupnya.(BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar