Minggu, 27 September 2026

Katarak Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia

Minggu, 08 Oktober 2017 10:15 WIB
Katarak Penyebab Utama Kebutaan di Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak (7080%). Sedangkan penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi (1015%).Survei kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) yang dilakukan Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) dan Badan Litbangkes, tahun 2014 2016 di 15 provinsi pada penduduk diatas usia 50 tahun menunjukkan prevalensi kebutaan sebesar 3%.
 
Sebanyak 15 provinsi itu sudah mencakup 65% orang Indonesia. Sementara untuk sekli survey dibutuhkan dan sekitar 15 juta.Untuk povinsi yang tidak dilakukan survey, maka survey merujuk ke provinsi terdekat yang dilakukan survey. Hal tersebut karena kondisi demografinya hampir menyerupai.
 
"Indeks pembangunan meningkat, sekarang lebih dari 70 persen. Ada beberapa penyakit yang tidak bisa dicegah tapi kita bisa bantu dengan rehabilitasi, salah satunya katarak atau kekeruhan lensa," kata Menkes RI, Nila Moeloek dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Minggu (07/10/2017).
 
Penyakit katarak, lanjut Nila, salah satunya disebabkan karena usia lanjut. Usia lanjut akan berdampak pada peningkatan gangguan penglihatan secara langsung yakni katarak dan secara tidak langsung yakni retiniopati diabetikum."Khusus untuk katarak, satu-satunya cara untuk mencegah kebutaan akibat katarak adalah dengan operasi," tambah Nila.
 
Selain itu, Kelainan refraksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan yang saat ini banyak terjadi pada anak-anak. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kecerdasan siswa dan proses penerimaan informasi dalam kegiatan belajar. Deteksi dini atau skrining gangguan refraksi pada anak, khususnya anak sekolah dasar sangat penting dilakukan.
 
Gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah bersama masyarakat. Selain itu, gangguan penglihatan dan kebutaan dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktifitas masyarakat Indonesia.(BS07)

Tags
beritaTerkait
760 Atlet Ikuti Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Piala Wali Kota Medan I
Gubernur Bobby Bersama Wapres Pastikan Pemulihan Kesehatan Siswa yang Diduga Keracunan MBG di Karo
Agrinas Palma Nusantara Gelar Pasar Rakyat dan Layanan Kesehatan Gratis di Desa Sukarame
Gubernur Bobby Optimis Kerja Sama Kesehatan dengan Korsel Beri Manfaat Nyata
Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja
Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta
komentar
beritaTerbaru
hit tracker