Jumat, 15 Mei 2026

Balita di Sumut Bertubuh Pendek, Dinkes Soroti Gejala Permasalahan Gizi Ibu Hamil

Kamis, 08 Desember 2016 06:25 WIB
Balita di Sumut Bertubuh Pendek, Dinkes Soroti Gejala Permasalahan Gizi Ibu Hamil
BERITASUMUT.COM/IST
Balita.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Persentase angka anak bertubuh pendek (stunting) di Sumatera Utara (Sumut) perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, hasil survei Pemantauan Status Gizi (PSG) 2015 menyebutkan, 34,9 persen bayi usia di bawah lima tahun (Balita) di Sumut mengalami tubuh pendek. Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Retno Sari Dewi melalui Kordinator Pengelolaan Gizi Ferdinan.
 
"Perinciannya dari 34,9 persen Balita tersebut, sebanyak 16,5 persennya bertubuh sangat pendek, lalu 18,4 persennya bertubuh pendek dan ada 65,1 persen lainnya bertubuh normal. Stunting (anak pendek) itu kriterianya berdasarkan standard WHO. Sementara faktor penyebab balita pendek didominasi masalah gizi sejak kehamilan, yakni disebabkan ibu menderita anemia gizi, kurang energi kronis dan ibu menderita penyakit pre eklamsia," terang Kordinator Pengelolaan Gizi Dinkes Sumut Ferdinan, Rabu (07/12/2016).
 
“Penyebab stunting bisa karena faktor ekonomi rendah, faktor lingkungan atau pola hidup bersih dan sehat serta pengetahuan tentang gizi. Status gizi ibu saat hamil itu memang sangat berpengaruh, tapi kemungkinan juga stunting dikarenakan faktor zat kimia dalam bahan makanan yang masa inkubasinya lima sampai sepuluh tahun kemudian,” imbuhnya.
 
Meski demikian, Ferdinan menyebutkan, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, di Sumut stuntingnya 42,5 persen. Sedangkan tahun 2015 menjadi 34,9 persen, berarti ada penurunan 7 sampai 8 persen. “Jadi, ada hasilnya untuk stunting mengalami penurunan 7 sampai 8 persen selama dua tahun. Kalau untuk Indonesia target 2019 yaitu 28 persen, yang dimulai sejak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 sampai 2019,” katanya.
 
Dia menilai, untuk itu, penting diperhatikan kebutuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu sejak anak dalam kandungan sampai usia 2 tahun untuk mengatasi stunting. “Upaya yang kita lakukan dengan program 1.000 HPK untuk menurunkan angka stunting yaitu tiap ibu hamil wajib mendapatkan 90 tablet zat besi (Fe), pemberian makanan tambahan ibu hamil selama 90 hari. Mengadakan penyuluhan pentingnya gizi pada ibu hamil, mengadakan pelatihan inisiasi menyusui dini dan program lainnya,” pungkasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting
Serahkan Bantuan ke UPTD PS Anak dan Balita Medan, Kepala Dinas Sosial Sumut Apresiasi IWABA Medan
Zulhas Tunggu Prabowo Bagi-bagi Tugas soal Makan Bergizi Gratis
Polda Sumut Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis
Dari Aceh hingga Papua, Presiden Prabowo Minta SPPI Jaga Kualitas Program MBG
Panglima TNI Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Cimahi Jawa Barat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker