Minggu, 12 Juli 2026

Ibu Hamil Perlu Mewaspadai Virus Satu Ini

Rabu, 16 November 2016 07:15 WIB
Ibu Hamil Perlu Mewaspadai Virus Satu Ini
BERITASUMUT.COM/IST
Virus Rubella.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pada ibu hamil diharapkan untuk mewaspadai virus Rubella atau yang juga disebut campak jerman (german measles).Memang, dibandingkan dengan campak pada umumnya, kasusnya memang tidak banyak. virus rubella ini dapat menyebabkan bayi lahir cacat seperti gangguan mental, kelainan jantung, kelainan hati dan lainnya.
 
"Jadi, Rubella berbeda dengan campak biasa. kalau seorang ibu hamil yang terkena virus Rubella dapat menularkannya ke bayi dan menyebabkan bayi lahir cacat atau congenital rubella syndrom. Kalau terjadi pada anak anak, umumnya ringan. Sedangkan campak biasa kalau diderita anak anak, ditakutkan kumannya masuk ke paru terjadi pneumonia yang kalau berat dapat menyebabkan kematian," Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut, Hikmed usai membuka pertemuan kordinasi tentang pelaksanaan kampanye vaksinasi campak dan rubella yang diikuti Dinas Kesehatan dari 33 kabupaten/kota di Sumut, Selasa (15/11) di Medan.
 
Diterangkan Hikmet, dilakukannya kampanye pada tahun 2018 akan penyakit ini di Sumut dan di pulau Jawa tahun 2017, karena jika virus rubella menyerang ibu hamil akan sangat berbahara bagi bayi.Selain itu sambungnya, adanya kesepakatan WHO yang menyatakan harus dilakukan pencegahan massal dengan vaksin. Pada wanita yang menikah diberikan minimal sebulan sebelum kehamilan dan anak-anak usia 12 sampai 15 bulan,
 
"Sekarang tahap sosialisasi dan penyuluhan kepada kabupaten/kota agar melaksanakan kampanye bersamaan di 2018 dan buat anggarannya di APBD atau di dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Kabupaten/kota juga harus menyiapkan data anak usia 12 sampai 15 bulan dan ibu yang mau berumah tangga.Vaksinasi massal di Indonesia dilakukan dengan waktu berbeda seperti di Jawa tahun 2017.Jadi dengan imunisasi massal, menghindari terjadinya congenital rubella syndrom. Kalau vaksinnya sudah dibuat satu untuk vaksin campak dan rubella," paparnya.
 
Menurut Hikmed, kasus rubella ada di Indonesia tetapi tidak diketahui, sebab baru diketahui setelah anak dilahirkan. "Untuk mengetahuinya, perlu penelusuran dan pemeriksaan sejak kehamilan apalagi banyak faktor penyebab bayi lahir cacat. Kalau sudah divaksin, bayi lahir cacat berarti bukan karena rubella," katanya.
 
Adapun gejala atau ciri ciri rubella ini diantaranya ruam warna merah muda khas. Diawali bintik-bintik, yang bisa gatal, sebelum menyebar dari belakang telinga ke kepala dan leher dan kemudian bagian lain dari tubuh bagian atas. Ruam biasanya berlangsung sampai seminggu.Gejala lainnya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar telinga dan belakang kepala, badan panas dan badan menggigil. 
 
Virus rubella dapat menular dari orang yang terinfeksi batuk atau bersin dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan orang yang terinfeksi, seperti lendir atau ingusnya.Oleh karena itu Hikmed mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. "Mari kita jaga kebersihan dan terapkan pola hidup bersih dan sehat," pungkasnya.(BS03
 

Tags
beritaTerkait
Wamen Isyana Jelaskan Alasan Ibu Hamil Juga Dapat Makan Bergizi Gratis
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Pentingnya Air Minum Murni untuk Anak-Anak dan Ibu Hamil, Jaga Kesehatan dan Nutrisi Optimal
Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Dinkes: Pertumbuhan RS Tingkatkan Kualitas Layanan
Dinas Kesehatan Sumut Bantu Balita Gizi Kurang di Medan Denai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker