Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Rumah Sakit (RS) di Sumatera Utara yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Sistem Penanggulangan Pasien Gawat Darurat Public Service Center (SPGDT PSC) saat ini memang masih minim.Hanya ada tujuh RS yang sudah menerapkan sistem tersebut, yakni RSUP H Adam Malik Medan, RSUD dr Pirngadi Medan, RSU Haji Medan, RSU Martha Friska Medan, RSU Sari Mutiara Medan, RSI Malahayati Medan dan RSU Murni Teguh Medan
Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, Azwan Hakmi Lubis mengungkapkan hingga kini RS terus berbenah untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Dikatakan Azwan, dalam integrasi SPGDT, RS harus memiliki jaringan dan sumber daya manusia (SDM) yang bagus. Sedangkan, dari 215 rumah sakit di Sumut, hanya 20 yang sudah terakreditasi.“Jadi butuh proses dalam integrasi SPGDT ini. Kini RS sedang berbenah agar dapat pengakuan dari akreditasi KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit),” jelas dia.
Sementara itu, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi, Edison Perangin-angin menyebutkan, dalam melayani kegawatdaruratan, pihaknya siap melayani pasien yang membutuhkan pertolongan selama 24 jam."Jadi kalau ada yang menelpon, kita siap kirimkan ambulan beserta tim medis untuk menjemput pasien," ujarnya.
Artinya, sebut Edison, tim medis ini dapat memberikan pertolongan pertama kepada pasien sebelum dibawa ke rumah sakit. "Mereka ini sudah terlatih. Kalau soal bagaimana pembagian siftnya, itu dibagian IGD dan kemotoran," tandasnya.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar