Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Arsitektur merupakan hal yang sangat penting ketika membangun sebuah proyek properti. Arsitektur juga bisa dengan cepat berubah seiring waktu serta preferensi satu masyarakat di area tertentu. Misalnya, arsitektur yang tren di Jakarta berbeda dengan tren di Meksiko. Bagaimana dengan tren arsitektur yang akan booming di masa depan?
“Di sebagian besar negara tempat kami beroperasi, arsitektur yang tren sangat dipengaruhi oleh kondisi keuangan dimana semakin rendah biaya menciptakan satu arsitektur yang kreatif, maka akan banyak orang kemudian mengikuti,” ucap Paul Philipp Hermann, Direktur Portal Properti Global Lamudi melalui siaran persnya, Jumat (31/03/2017).
Menurutnya, ciri pertama yaitu kolaborasi. Di masa depan, kita akan sering melihat para arsitek bekerja sama dengan teknisi dalam satu proyek namun dari perusahaan yang berbeda. Hal ini, sambung Paul, memungkinkan biaya yang lebih murah karena customer hanya membayar biaya arsitek atau teknisi sesuai budget mereka karena terpisah dari paket.
"Yang kedua adalah kecerdasan finansial. Karena banyak orang kemudian akan menjadi semakin cerdas dalam mengatur anggaran dan memilih developer terbaik, namun harga terjangkau untuk mengurus properti mereka. Selain customer, para arsitek juga akan semakin pintar dalam menentukan harga yang bersaing. Penggunaan teknologi canggih pun akan banyak digunakan untuk mengurangi biaya yang dibutuhkan," beber Paul.
Paul menuturkan, arsitektur masa depan akan lLebih dari sekedar bangunan. "Sebab dalam 5 tahun ke depan, arsitek akan lebih jeli dalam melihat potensi efisiensi satu ruang. Misalnya, design kantor Apple yang diberi nama Apple Campus 2 yang akan resmi dibuka pada April 2017 mendatang, terdapat kaca sepanjang 6 kilometer terinspirasi dari ide London square," ujarnya.
Terakhir, bersatunya ruang publik dan pribadi. Arsitek di masa depan, lanjut Paul, akan lebih banyak bertanya kepada dirinya sendiri tentang bagaimana satu bangunan bukan hanya bisa memberi keuntungan kepada pemilik, namun juga bisa memberi keuntungan kepada masyarakat sekitar. "Maka tak heran bila nanti akan banyak gedung kantor yang memiliki restoran atau perpustakaan untuk umum. Ketika akan membangun gedung, arsitek juga akan memikirkan bagaimana caranya agar publik juga bisa terlibat dan menikmati fasilitas gedung," pungkasnya. (Rel)
Tags
beritaTerkait
komentar