Kamis, 21 Mei 2026

Jajaki Kerjasama Pencetakan Al-Qur'an Terbesar di Dunia, Menag Kunjungi Kota Madinah

Rabu, 24 November 2021 21:00 WIB
Jajaki Kerjasama Pencetakan Al-Qur'an Terbesar di Dunia, Menag Kunjungi Kota Madinah
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengunjungi Kantor Percetakan Al-Qur'an terbesar di dunia, Mujamma' King Fadh (Mujamma' al-Mālik Fahd lit Thibā'ati al-Mushaf asy-Syarīf)‎ di Madinah, Arab Saudi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menjalin kerja sama dalam percetakan Al-Qur'an yang sebelumnya dibahas dengan Menteri Urusan Islam Arab Saudi Syekh Abdullatif bin Abdulaziz.

Kehadiran Menag disambut Sekretaris Jenderal Mujamma' King Fahd, Talal bin Razin Al-Rehil beserta jajarannya. Hadir juga, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Staf Khusus Menag, dan Sesmen.

Menag berharap, kerja sama penyediaan Al-Qur'an dengan pemerintah Saudi bisa segera terwujud. Menurutnya, pembahasan awal ini sudah dibicarakan dengan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan. Kerja sama percetakan Al-Qur'an ini, lanjutnya, akan menjadi bagian dari rencana pembangunan Islamic Center di Indonesia. "Umat muslim Indonesia masih kekurangan mushaf Al-Qur'an. Jumlah penduduk muslim Indonesia kurang lebih 215 juta, kami baru mampu menyediakan 200 ribu pertahun," ujar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag, dilansir dari Kemenag.go.id, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:

Baca Juga : Wamenag : Wisata Halal bukan untuk Berangus Kearifan Lokal

Menag Yaqut mengatakan, kerja sama pencetakan Al-Qur'an ini penting untuk menyediakan cetakan Al-Qur'an di Indonesia dengan kuantitas yang cukup dan kualitas baik.

Baca Juga:

Sementara itu, Talal bin Razin Al-Rehil menyambut baik rencana kerja sama ini. Dia menjelaskan, setiap tahun Mujamma' King Fahd dapat mencetak 18 juta eksemplar mushaf Al-Qur'an. Dikatakan, proses pencetakan dan pentashihan Al-Qur'an dilakukan dengan sangat ketat. "Dalam sistem keamanan kami ada sensor terhadap kemungkinan salah cetak. Sehingga, jika ditemukan kesalahan, maka mesin akan langsung berhenti otomatis. Untuk kualitas cetakan sendiri bisa tahan hingga 100 tahun," jelas Talal.

Dia menambahkan, Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd seluas 250 ribu meter persegi tersebut mencetak Al-Qur'an dan terjemahannya ke berbagai bahasa. (BS09)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Tahun Baru 2022, Menag Ajak Umat Jadikan Nilai Agama Motivasi Berbuat Kebajikan
Menag Ucapkan Selamat Natal Tahun 2021, Terus Bergerak untuk Perkuat Persaudaraan
MUI Buka Sekolah HAM, Menag: Semoga Jadi Solusi Umat
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Sebut Moderasi Beragama Solusi Masalah Sosial Keagamaan
Kongres Majelis Tahkim Syarikat Islam, Menag: Jaga Kerukunan Umat dalam Bingkai NKRI
Menag Pastikan Per 1 Desember 2021, Penerbangan Indonesia Bisa Langsung ke Saudi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker