Kamis, 21 Mei 2026

Bertahan di Pandemi Covid-19, Waketum Kadin: Operator Transportasi Butuh Stimulus Penghapusan PNBP

Jumat, 16 April 2021 22:15 WIB
Bertahan di Pandemi Covid-19, Waketum Kadin: Operator Transportasi Butuh Stimulus Penghapusan PNBP
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Operator transportasi membutuhkan stimulus penghapusan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan, kenaikan PNBP dikhawatirkan tidak hanya membebani pelaku usaha transportasi, namun juga masyarakat sebagai pengguna akhir.

“PNBP yang kami minta untuk turun dalam masa pandemi ini sebagai salah satu stimulus yang kami harapkan, tapi malah dikejar kenaikannya,” katanya seperti dilansir dari laman kadin.id, Jumat (16/04/2021).

Operator transportasi, kata Carmelita, masih membutuhkan stimulus biaya parkir pesawat yang tak bisa terbang akibat larangan terbang, larangan bepergian dan mudik, maupun pembatasan-pembatasan lainnya akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga : Dorong Penjualan Mobil, Mulai April 29 Tipe Kendaraan dapat Relaksasi PPnBM

Tak hanya itu, maskapai pun meminta pemerintah dapat memfasilitasi keringanan hutang maskapai, baik biaya jasa bandara, pembelian avtur, jasa navigasi dan jasa sewa pesawat yang sebagian besar dengan lessor asing.“Maka dari itu, pemberian izin rute dan slot penerbangan agar memperhatikan UU Anti Persaingan Usaha untuk menghindari terjadinya monopoli atau oligopoli di industri transportasi udara. Selain itu, kami juga menilai diperlukannya pengaturan Tarif Batas Bawah atau TBB,” ungkap Carmelita.

Sedangkan untuk operator transportasi laut, lanjutnya, mengharapkan tidak ada kenaikan tarif kapal di berbagai pelabuhan. Operator pelayaran masih membutuhkan relaksasi dan insentif dari pemerintah. Apalagi kondisi saat ini, Indonesia masih harus bersaing dengan negara Asia lainnya untuk mendapatkan ruang muat dan kontainer untuk memicu ekspor nasional. Kondisi inilah yang membuat operator transportasi laut domestik mencari solusi dari kondisi kekurangan kontainer ekspor.

“Kapal-kapal tersebut memang di desain untuk dual komoditi. Selain itu, transportasi laut internasional (MlO) tetap mengusahakan mendatangkan kontainer kosong ke Indonesia walaupun harus berebut dengan negara-negara ASEAN,” pungkasnya.(BS09)

Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
Implementasi Permendag 24/2025 Tersendat, KADIN Dorong Impor Plastik Bekas Terkendali
KADIN: Kelangkaan Plastik Bekas Picu Harga Polibag Naik 40%, Ancam Inflasi Pangan
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Kadin Sumut Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Pemulihan Pascabencana
komentar
beritaTerbaru
hit tracker