Sabtu, 17 Oktober 2026

Sri Mulyani: Tekanan Terhadap Rupiah Sudah Semakin Berkurang

Selasa, 08 Januari 2019 14:00 WIB
Sri Mulyani: Tekanan Terhadap Rupiah Sudah Semakin Berkurang
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, bahwa sekarang ini kepercayaan terhadap perekonomian dan suasana global tetap harus diwaspadai, meskipun capital inflow sudah mulai terjadi sehingga neraca pembayaran menjadi lebih positif. Oleh karena itu tekanan terhadap rupiah juga sudah terlihat semakin mengurang.
 
“Tapi ini kita akan jaga terus bersama Bank Indonesia dari sisi persepsi karena kemarin dengan APBN yang kita sampaikan sangat positif, primary balance nya sudah mendekati nol, defisitnya jauh lebih kecil,” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (07/01/2019).
 
Kondisi itu, jelas Menkeu, menyebabkan premium terhadap kepercayaan terhadap surat-surat berharga di Indonesia menjadi meningkat. Sehingga saat Federal Reserve (Bank Sentral AS) mengumumkan bahwa mereka akan bersabar itu memberikan boost terhadap posisi Indonesia.
 
“Jadi ini yang akan kita coba terus perbaiki di dalam rangka untuk bisa meningkatkan positive sentiment pada awal tahun,” terang Sri Mulyani, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Sebagaimana diketahui berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus menguat. Pada transaksi Senin (07/01/2018), nilai tukar rupiah mencapai Rp 14.105 menguat dibanding akhir pekan lalu Rp14.350 per dollar AS.
 
Laksanakan APBN
 
Mengenai arahan Presiden Joko Widodo, Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa melaksanakan apa yang sudah di dalam APBN 2019 itu penting. Karena kemarin penyerapan sudah bagus 99% tapi itu ditolong dengan belanja-belanja tambahan seperti Asian Games yang  ditambahkan, kemudian anggaran bencana yang juga kita pindahkan ke K/L, itu menyebabkan penyerapan lebih baik.
 
Tapi tentu, lanjut Menkeu, kita fokusnya jangan sampai menunggu terlalu lama karena kita juga lihat sampai 2019 itu penyerapannya juga menunggu pada bulan Desember. “Jadi kalau bisa juga seawal mungkin karena banyak yang sudah disiapkan,” ujarnya.
 
Pemerintah, menurut Menkeu, juga fokus terhadap stabilitas harga pangan yang dijaga oleh seluruh Kementerian/Lembaga terkait. Kemudian juga untuk bagaimana meningkatkan positif terhadap kesempatan kerja. “Itu yang menjadi salah satu yang akan kita fokuskan,” ucapnya.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Hashim Pede Tahun Depan Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 8%
Saham Perbankan Kompak Terkoreksi, Bos BTN Bilang Begini
DPR Soroti Pelemahan Rupiah, Sudah Lampaui Asumsi APBN 2025
Google Buka Suara soal Dolar AS Tiba-tiba Jadi Rp 8.170
Dinas Kominfo Sibolga Ikuti Peluncuran LPI 2024
2025, Tahun yang Berat Bagi Ekonomi Global
komentar
beritaTerbaru
hit tracker