Selasa, 06 Oktober 2026

Tingkatkan Surplus, Rambut Palsu Indonesia Sasar Negara Potensial

Sabtu, 21 Januari 2017 19:30 WIB
Tingkatkan Surplus, Rambut Palsu Indonesia Sasar Negara Potensial
BERITASUMUT.COM/IST
Rambut palsu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menyasar pasar potensial produk rambut palsu untuk meningkatkan prestasi surplus produk tersebut. Potensi meningkatkan surplus ini didasarkan analisis yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag. 
 
Saat ini, ekspor produk rambut palsu Indonesia didominasi ke Amerika Serikat(AS).Perdagangan produk rambut palsu Indonesia secara keseluruhan mencatat surplus yang cukup tinggi yakni USD 338,5 juta pada 2015. Indonesia memiliki pangsa sebesar 7,28% terhadap total ekspor dunia.
 
“Untuk meningkatkan surplus, Indonesia perlu menggali potensi-potensi tersebut agar tidak terlalu bergantung pada AS mengingat kondisi perdagangan luar negeri di AS yang diperkirakan akan lebih protektif terhadap impor di masa mendatang. Berdasarkan analisis kami, negara-negara pasar potensial untuk produk rambut palsu Indonesia, yaitu Bangladesh, Nigeria, Iran, Inggris, dan Belanda,” jelas Kepala BP3 Kemendag Tjahya Widayanti dilansir dari laman resmi kemendag.go.id, Sabtu (21/01/2017).
 
Menurut negara tujuan, AS merupakan pasar utama produk rambut palsu Indonesia dengan pangsa 66,94% dan mencatat tren kenaikan rata-rata yang cukup tinggi sebesar 5,67%. Selain AS, produk rambut palsu Indonesia juga memiliki pangsa di Malaysia (12,66%), Inggris (4,69%), Jerman (3,42%), Korea Selatan (2,61), dan Kanada (0,83%).
 
Tjahya menambahkan, AS mendominasi permintaan produk rambut palsu dunia dengan pangsa 48,38% atau dengan kata lain, menyerap hampir setengah pasokan produk rambut palsu dunia.Pangsa selanjutnya diikuti Nigeria (9,86%), Jepang (4,68%), dan Uni Emirat Arab (4,12%).Pasar AS juga masih menunjukkan tren impor yang positif sebesar 1,64%.  "
 
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan impor produk rambut palsu diperkirakan masih akan meningkat. Tingginya permintaan impor terutama berasal dari tren kecantikan menggunakan hair extension yang terjadi saat ini di pasar AS. Pengaruh dunia entertainment yakni mengikuti tren rambut selebritas merupakan faktor utama tingginya permintaan produk rambut palsu di AS," lanjut Tjahja.
 
Saat ini, Indonesia merupakan eksportir kedua terbesar rambut palsu di pasar dunia setelah RRT.Negeri Tirai Bambu itu masih menjadi pesaing utama Indonesia di pasar global dengan pangsa 78,59%. Ekspor rambut palsu RRT juga masih mencatat tren kenaikan yang signifikan yaitu 13,82%. Indonesia juga perlu mewaspadai negara kompetitor lain yang cukup tinggi tren kenaikan ekspornya, seperti Bangladesh (99,98%), Senegal (87,97%), Inggris (19%), AS (13,04%), dan Filipina (12,94%).
 
Tjahya juga memaparkan strategi khusus untuk mengoptimalkan ekspor produk rambut palsu Indonesia. Pertama, meningkatkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri untuk melakukan koordinasi dan fasilitasi pertemuan bisnis antara pelaku usaha di bidang kecantikan, persalonan, dan ritel alat kosmetik di negara tujuan dengan produsen dan eksportir produk rambut palsu Indonesia.
 
Kedua, mengikuti pameran dagang dengan mengikutsertakan pelaku industri produk rambut palsu serta industri kosmetik dengan membuka stan atau make over kosmetik untuk mempromosikan produk rambut palsu serta produk kosmetik Indonesia.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Program Kepatuhan Persaingan Usaha, KPPU Bersinergi dengan Manajemen Grab Indonesia
Tembus Rp1 Miliar, Karantina Kawal Ekspor Bonggol Jagung Sumut ke Jepang
Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Serap Aspirasi Pengusaha Ekspor, KADIN Sumut Gelar Coffee Morning Bersama Perusahaan Eksportir
Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa Universitas Pertamina, Ini Pesan Komisaris Utama PT Pertamina
komentar
beritaTerbaru
hit tracker