Sabtu, 23 Mei 2026

Presiden: Bandara di Miangas dan Yahukimo Konektivitas Persatukan Bangsa

Minggu, 16 Oktober 2016 15:41 WIB
Presiden: Bandara di Miangas dan Yahukimo Konektivitas Persatukan Bangsa
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo, Sabtu (15/10/2016), kembali menekankan pentingnya pembangunan konektivitas yang menghubungkan antarpulau dan antarprovinsi yang ada di Indonesia.

“Saya kira sangat penting sekali. Ini kenapa misalnya yang paling barat – utara di Natuna juga ada airport-nya, runway-nya juga panjang,” kata Presiden kepada wartawan di Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Presiden mencontohkan pembangunan Bandar Udara Ranai yang baru diresmikannya beberapa hari yang lalu. Bandara Ranai itu kini memiliki luas 3.865 m2 dengan kapasitas pelayanan penumpang sekira 385 orang, peningkatan yang sangat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya memiliki luas 243 m2.

Presiden juga mengungkapkan rencananya untuk meresmikan beberapa bandar udara di wilayah-wilayah pinggir Indonesia dalam upaya meningkat konektivitas antarwilayah di Indonesia

“Tiga hari lagi kita akan juga buka bandara di Miangas, yang paling utara, sudah dekat Filipina,” papar Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id, Minggu (16/10/2016).

Di wilayah timur, lanjut Presiden, ia juga akan meresmikan pembangunan bandara di daerah Papua.

“Kita akan buka juga dalam 3 hari ini airport di Yahukimo. Kabupaten yang pinggir-pinggir memang ingin kita kembangkan, supaya konektivitas yang mempersatukan bangsa kita,” tegas Presiden.(BS01)

beritaTerkait
Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola
Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian
PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda
Sambut Waisak, Umat Buddha Tebar Eco Enzyme di Sungai dan Danau di Sumatera Utara
Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda
komentar
beritaTerbaru
hit tracker