Selasa, 19 Mei 2026

Presiden Resmikan Pembangunan SUTT di Nias

Jumat, 19 Agustus 2016 22:20 WIB
Presiden Resmikan Pembangunan SUTT di Nias
BERITASUMUT.COM/BS03
Presiden RI Joko Widodo saat melakukan peletakan batu pertama untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Nias-Teluk Dalam di Idanoi, Sumatera Utara, Jumat (19/08/2016).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi melakukan peletakan batu pertama untuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 Kv Nias-Teluk Dalam di Idanoi, Sumatera Utara, Jumat (19/08/2016).  Pembangunan SUTT 70 Kv sepanjang 110 km ini sangat penting bagi sistem kelistrikan di Nias.
 
Dalam kegiatan tersebut, Jokowi didampingi Ny Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkumham Yasonna Laoly, Parlindungan Purba, Ketua Komite II DPD RI  Maruarar Sirait, Marinus Gea, oleh, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, Bupati Nias dan unsur FKPD Nias.
 
Peletakan batu pertama ini sebagai tanda dimulainya seluruh pengerjaan pembangunan SUTT 70 kV yang rencananya akan selesai pada bulan April 2017. Nantinya, saluran tegangan tinggi ini akan terdiri dari 393 tower, yang mana saat ini tanah yang telah dibebaskan sebanyak 172 tower.
 
Presiden Jokowi berjanji tenaga listrik 1x25 MW akan segera dapat dinikmati warga Nias. "Saat ini progres keseluruhan untuk MPP Nias 1x25 MW telah mencapai 59% dan akan beroperasi pada Oktober 2016. Dan pada akhir 2017, insyaallah akan ada tambahan lagi sebanyak 25 MW," ujar Jokowi dalam keterangan tertulisnya.
 
Selain melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan SUTT 70 kV, Presiden Joko Widodo beserta rombongan, juga melakukan kunjungan ke Mobile Power Plan ( MPP) Nias 1 x 25 MW. Kunjungan ini bermaksud untuk melihat progress pembangunan MPP yang sebelumnya telah di Ground Breaking Oleh Presiden pada 1 juni lalu.
 
Untuk diketahui, saat ini progress keseluruhan untuk MPP Nias 1 x 25 MW telah mencapai 59 persen, dan diperkirakan akan beroperasi pada akhir oktober 2016. Selain akan menambah pasokan listrik hingga 25 MW, manfaat lain dari MPP yakni mengurangi pemakaian pembangkit listrik tenaga diesel yang artinya dapat mengefisienkan biaya pokok produksi listrik.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur
Resmikan SPKLU Pematangsiantar, Walikota Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Diskon Tidak Diperpanjang, Ini Tarif Listrik Maret 2025
Wakil Walikota Medan Gunakan Bus Listrik Berangkat ke Kantor
Mau Garap Proyek Listrik 10 Gigawatt, Abu Dhabi Kepincut Danantara
Anggaran Kementerian BUMN Dipangkas Rp 115 M, Sewa Mobil Listrik Diganti Hybrid
komentar
beritaTerbaru
hit tracker