Jumat, 17 Juli 2026

Upayakan Kesadaran Moderasi Beragama, Universitas Paramadina dan Unmaha Gandeng BPIP

Jumat, 24 September 2021 18:00 WIB
Upayakan Kesadaran Moderasi Beragama, Universitas Paramadina dan Unmaha Gandeng BPIP
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Upaya menumbukan kesadaran moderasi beragama menjadi tanggungjawab semua pihak. Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) dan Paramasophia Universitas Paramadina turut berperanserta dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan lomba dan webinar bertema Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia.

"Rangkaian kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kesadaran beragama yang moderat, dan Pancasila merupakan dasar ideologis yang menjamin kebebasan beragama di Indonesia," ujar Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog, dalam Audiensi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pertengahan pekan ini.

“Tujuan audiensi ini adalah untuk mengajak BPIP berkontribusi dalam rangkaian kegiatan yang terdiri dari Lomba Nasional Esai untuk mahasiswa S-1/Sederajat, Lomba Nasional Video untuk Pelajar SMA/Sederajat, Pelatihan Menulis Populer oleh Bernas.id, dan Webinar Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa,” kata Tia melalui siaran pers, Jumat (24/09/2021).

Baca Juga:

Baca Juga : Bobby Nasution : Keberagaman Budaya dan Agama di Kota Medan Harus Dijadikan Alat Pemersatu

Hadir dalam audiensi ini, Kepala Sub Direktorat Sosialisasi BPIP, Hotrun Siregar, S.Sos., M.Si.; Rektor UNMAHA, Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc., MBA.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc.; Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaa, Alumni, Kerjasama) UNMAHA, Fransisca Diwati, S.H., M.M.; Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Tia Rahmania, M.Psi., Psikolog; Direktur Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Emil Rahadiansyah, M.Si.; Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Dr. M. Subhi-Ibrahim, dan Kabag Kerjasama, Marketing dan Humas Universitas Mahakarya Asia, Kumuda.e

Baca Juga:

[br] Rektor Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA, Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc., MBA. mengungkapkan, pluralisme adalah masa depan Indonesia dalam menghadapi masyarakat yang majemuk. “Saya merasa optimis bahwa Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya dalam menanamkan toleransi dan moderasi beragama.” Katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina, Dr. Fatchiah E. Kertamuda, M.Sc. menambahkan, dalam nilai hidup Paramadina yang dibawa oleh Nurcholish Madjid yaitu mengenai Islam, Kemoderenan dan Keindonesiaan, sikap toleransi dan inklusifisme beragama merupakan syarat kemajuan bagi Indonesia. "Oleh karena itu nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan kepada para pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus," kata Fatchiah.

Dalam audiensi tersebut BPIP yang diwakili oleh Hotrun Siregar, S.Sos., M.Si menyambut baik rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Universitas Mahakarya Asia dan Paramasophia Universitas Paramadina. Lebih lanjut, BPIP menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Webinar yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober 2021 mendatang. Webinar ini juga akan dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. Drs. Ahmad Basarah, S.H., M.H. sebagai keynote speaker. (Rel)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Harapkan Pemko dan PP Tetap Solid Bangun Medan
Universitas Paramadina Gelar Paramadina Leaders Camp untuk Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa
Pj Gubernur Sumut Harapkan PP Terus Bersinergi dengan Pemerintah
Walikota Medan Hadiri Pembukaan Musyawarah Pimpinan Pemuda Pancasila
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Perencanaan Pembangunan Berdasarkan Nilai Pancasila
Kuliah Kebangsaan Anies Baswedan "Lentera Demokrasi Jalan Menuju Keadilan Sosial"
komentar
beritaTerbaru
hit tracker