Rabu, 23 September 2026

Wagub Sumut Harapkan Songket Melayu Tak Punah

Kamis, 07 Agustus 2014 23:38 WIB
Wagub Sumut Harapkan Songket Melayu Tak Punah
Keindahan kain songket Melayu diperlihatkan kepada Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kain songket merupakan warisan lelulur yang memiliki nilai tinggi. Kesulitan menenun dengan motif keemasan, membuat kain ini memiliki nilai dan harga cukup mahal. Untuk itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi Yayasan Khazanah Warisan Melayu Deli untuk terus mengembangkan kain songket agar warisan budaya ini tetap dapat dilestarikan sampai anak cucu.

Hal ini disampaikan Wagub Sumut saat menerima audiensi pengurus Yayasan Khazanah Warisan Melayu Deli di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (7/8/2014).

Hadir dalam audiensi tersebut Pembina Yayasan Warisan Melayu Deli, T Syarfina bersama Ketua Irham Syahrezi serta OK Sahrir, TM Dicky, Irsyad Nurfada dan Agung Satria.

Menurut Erry, budaya songket adalah budaya leluhur kita. Untuk itu, Erry apresiasi atas kerja Yayasan Khazanah Warisan Melayu Deli yang terus menjaga dan melestarikan keberadaan kain songket dari kepunahan.

“Kain Songket Melayu mewarnai budaya di Sumut. Keberadaannya harus menjadi perhatian kita bersama, seperti hasil kerajinan dan budaya lainnya yang ada di Sumut,” ujar Erry.

Erry berharap semua pihak memberikan dukungan dalam pengembangan dan pelestarian kain songket Melayu Deli. Dengan begitu, kualitas dan motif songket Melayu semakin baik.

"Produksi juga harus menjadi perhatian agar maksimal, termasuk ketersediaan pasokan bahan baku kain songket," harap Wagub.

Menyinggung mengenai promosi, Erry menyarankan Yayasan Khazanah Warisan Melayu Deli harus memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan membuat website agar produk kain songket dapat dipasarkan secara online.

"Tidak hanya membuka gerai, manfaatkan teklogi informasi dalam memasarkan kain songket. Bisa menggunakan websaite atau jejaring social lain sebagai media interaksi bisnis dengan calon pembeli lintas kota dan lintas negara. Siapapun bisa membeli dari belahan bumi manapun,” sebut Erry.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri terus mendorong pengembangan usaha kerajinan songket yang telah menjadi tradisi turun temurun ditekuni oleh sebagian masyarakat.

Sementara Pembina Yayasan Warisan Melayu Deli T Syarfina mengatakan, pihaknya kini sedang mengembangkan pola pemasaran kain songket Melayu Deli, tidak hanya sebagai buah tangan khas dari Kota Medan bagi wisatawan lokal, namun juga bagi pelancong mancanegara.

“Pemasaran melalui internet juga salah satu yang harus dimaksimalkan. Zaman sekarang, masyarakat mulai akrab melakukan transaksi jual beli di dunia maya,” sebut Syarfina.

Syarfina juga mengatakan, kain songket Melayu yang telah mendunia, kini terancam punah. Salah satu penyebabnya adalah makin berkurangnya perajin yang menguasai tenun songket Melayu.

“Metode tenun yang masih tradisional, kemudian jumlah perajin yang terbatas, menjadi ancaman kain songket punah. Apalagi dengan maraknya kain hasil pabrikan yang tak kalah cantik terus membajinri pasaran,” sebut Syarfina.

Untuk itu, Yayaysan Khazahan Melayu Deli berencana melakukan pelatihan kepada generasi muda agar keahlian menenun dapat berlangsung sepanjang masa.

"Kami ingin melestarikan warisan budaya melayu ini agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya

Dalam audiensi tersebut, rombongan Yayasan Warisan Melayu Deli membawa beberapa contoh kain songket Melayu dengan berbagai motif. Wagub Sumut Tengku Erry membeli kain songket dengan motif tembakau deli. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Wagub Sumut Terima Kunjungan KKDN Sespimti Polri
DPRD Medan Belum Ada Komunikasi Dengan Wagub Sumut Soal Pj Wali Kota
Wagub Sumut Serahkan SK Plh Bupati Sergai
Kejagung Periksa Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi Kasus Bansos
Wagub Sumut Tolak Komentari Pernyataan Pengacara Gatot
Wagub Sumut Prihatin dan Berharap Gatot Tabah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker